Pasar mobil listrik berukuran kecil (compact) semakin menarik untuk diperhatikan. Di Indonesia, kehadiran Wuling Aira EV hingga Honda Super One memperlihatkan bahwa mobil listrik kecil mulai mendapatkan tempat, terutama untuk konsumen yang membutuhkan kendaraan praktis untuk mobilitas perkotaan. Di tengah tren tersebut, ada satu model yang menarik dari Jepang, yakni BYD Racco. Mobil ini bukan sekadar produk BYD yang dimensinya diperkecil, tetapi dikembangkan khusus mengikuti regulasi kei car Jepang. Racco sudah resmi dipasarkan di Jepang pada 28 Juli 2026. Menariknya, ini merupakan kei car pertama BYD sekaligus langkah serius pabrikan asal China tersebut masuk ke salah satu segmen kendaraan paling penting di Jepang. Kei car sendiri menyumbang sekitar sepertiga penjualan kendaraan baru di negara tersebut. BYD bahkan memasang target cukup agresif, yakni membukukan 10.000 pesanan Racco hingga akhir 2026. Strategi harga menjadi salah satu senjatanya, dengan banderol mulai 2,145 juta yen untuk Racco 200, 2,398 juta yen untuk 300 Plus, dan 2,497 juta yen untuk 300 Premium. Artinya Racco dijual setara dengan harga Rp 200 juta sampai Rp 300 jutaan. Interior BYD Racco Dimensi Mungil, Kabin Dibuat Maksimal Sesuai regulasi kei car Jepang, ukuran BYD Racco sangat kompak. Panjangnya hanya 3.395 mm, lebar 1.475 mm dan tinggi 1.800 mm, sementara jarak sumbu roda mencapai 2.520 mm. Kapasitasnya empat penumpang. Dimensi tersebut membuat panjang Racco bahkan lebih pendek dibandingkan sejumlah city car yang beredar di Indonesia. Namun, bentuk bodinya menggunakan formula super-tall wagon dengan atap tinggi dan desain mengotak. Konsep tersebut memungkinkan ruang kabin dimaksimalkan. BYD mencatat panjang ruang interior mencapai 2.193 mm, lebar 1.351 mm dan tinggi 1.404 mm. Kapasitas bagasi mencapai 280 liter ketika kursi belakang digunakan dan dapat membesar menjadi 1.372 liter ketika kursi belakang dilipat. Salah satu daya tarik lainnya adalah penggunaan pintu geser elektrik di kedua sisi. Fitur ini cukup menarik untuk kendaraan perkotaan karena memudahkan penumpang keluar-masuk ketika mobil berada di area parkir yang sempit. Interior BYD Racco Dua Pilihan Baterai, Jarak Tempuh hingga 320 Km BYD menawarkan Racco dalam tiga varian, tetapi secara teknis terdapat dua pilihan kapasitas baterai. Racco 200 menggunakan Blade Battery berkapasitas 22,4 kWh dengan jarak tempuh hingga 210 km berdasarkan WLTC. Sementara Racco 300 Plus dan 300 Premium mendapatkan baterai lebih besar berkapasitas 35,84 kWh, sehingga jarak tempuhnya mencapai 320 km WLTC. Untuk pengisian daya cepat, Racco 200 mampu menerima daya sekitar 37 kW, sedangkan Racco 300 Plus dan 300 Premium mencapai sekitar 50 kW. Dengan demikian, spesifikasi Racco 200 lebih diarahkan untuk penggunaan harian seperti pergi bekerja, mengantar anak atau berbelanja, sementara versi 300 menawarkan fleksibilitas lebih besar untuk perjalanan antarkota. Seluruh varian menggunakan penggerak roda depan atau FWD. Motor listriknya menghasilkan tenaga maksimal 47 kW atau sekitar 64 PS dengan torsi 160 Nm. Angka tenaganya memang mengikuti batas kelas kei car Jepang, tetapi torsinya tergolong besar untuk kendaraan dengan dimensi sekecil ini. Perbandingan BYD Racco vs Wuling Aira EV Blade Battery dan Teknologi X-PACK Bagian menarik Racco justru berada di balik bodinya yang sederhana. BYD mengembangkan teknologi bernama X-PACK khusus untuk mobil ini. Sistem tersebut mengintegrasikan baterai, perangkat kontrol elektronik, DC-DC converter, onboard charger, high-voltage distribution unit, battery controller hingga sejumlah perangkat pengendali lainnya dalam satu struktur yang ringkas.