Persaingan SUV listrik di Indonesia semakin ramai dengan hadirnya pemain baru dari China. Salah satunya Leapmotor yang resmi masuk pasar Indonesia melalui Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Merek yang berada di bawah naungan Stellantis tersebut membawa C10 sebagai salah satu model yang ditawarkan. Leapmotor C10 langsung berhadapan dengan sejumlah SUV listrik yang lebih dulu hadir di Indonesia, salah satunya BYD Sealion 7. Keduanya sama-sama mengusung desain modern, kabin dengan teknologi tinggi, serta menawarkan performa yang cukup untuk penggunaan harian hingga perjalanan luar kota. Namun, ada sejumlah perbedaan mendasar antara Leapmotor C10 dan BYD Sealion 7, mulai dari ukuran, kapasitas baterai, tenaga, sistem penggerak, hingga harga. BYD Sealion 7 Performance Dimensi Di atas kertas, BYD Sealion 7 memiliki bodi yang lebih besar dibandingkan Leapmotor C10. Leapmotor C10 memiliki panjang 4.739 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.680 mm, dan wheelbase 2.825 mm. Sementara itu, BYD Sealion 7 memiliki panjang 4.830 mm, lebar 1.925 mm, tinggi 1.620 mm, serta wheelbase 2.930 mm. Artinya, Sealion 7 lebih panjang 91 mm dan lebih lebar 25 mm. Wheelbase-nya juga lebih panjang 105 mm. Dimensi tersebut berpotensi memberikan ruang kabin yang lebih lega, terutama untuk penumpang belakang. Namun, C10 memiliki bodi yang lebih tinggi dengan ground clearance mencapai 180 mm. Test drive Leapmotor C10 di GIIAS 2026 Sebagai pembanding, ground clearance Sealion 7 berada di angka 163 mm untuk varian Performance dan 157 mm untuk varian Premium. Dengan demikian, C10 sedikit lebih siap ketika harus melewati jalan dengan kontur yang kurang ideal. Performa Perbedaan paling mencolok terdapat pada sektor performa. Leapmotor C10 menggunakan satu motor listrik PMSM yang ditempatkan di belakang. Motor tersebut menghasilkan tenaga 165 kW atau sekitar 224 PS dan torsi maksimum 360 Nm.