Jika Honda PCX 160 berhadapan dengan Yamaha NMax, lantas apakah kehadiran Honda Vario Evo 160 juga head to head dengan Yamaha Aerox? Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Octavianus Dwi Putro mengatakan, secara segmentasi, kedua produk tersebut sebenarnya berada di jalur yang berbeda dan tidak saling berbenturan secara langsung. "Rasanya masih belum sampai head to head di situ," ujar Octa di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (9/7/2026). Perbedaan paling mendasar yang memisahkan pasar kedua skutik sporty ini terletak pada rancang bangun dek bagian bawah. New Vario Evo 160 Vario Evo 160 seperti varian Vario Series lainnya mempertahankan konsep lantai rata (flat deck), sementara kompetitornya memakai terowongan tengah (center tunnel). Kondisi inilah yang membuat karakteristik konsumen dari kedua model tersebut memiliki preferensi yang berbeda sejak awal. Vario Evo 160 Octa mengatakan, berbeda dengan Vario 125 series yang menyasar konsumen yang menginginkan kelincahan berkendara harian dengan harga lebih terjangkau, maka Vario Evo 160 di segmen yang lebih atas. "Nah Vario 160 ini kan mengisi segmen di kelas atas yang juga masih fungsional," kata Octa. Namun secara konseptual, Vario Evo 160 juga berbeda dari saudaranya yaitu PCX 160. Honda Vario Evo 160 meluncur di Jakarta-Tangerang "Dia salah satu yang menggunakan platform flat deck. Kalau yang lain itu kan center tunnel. Jadi memang center tunnel dan flat deck ini masih punya market sendiri-sendiri," katanya. Melalui Vario Evo 160, AHM berupaya mengoptimalkan ceruk pasar yang menginginkan kombinasi antara performa mesin besar dan fungsionalitas tinggi. Oleh karena itu, penyegaran pada model ini difokuskan agar tetap relevan dengan selera estetika generasi muda tanpa mengorbankan sisi utilitasnya. "Jadi kita kembangkan di segmen itu. Poinnya adalah bagaimana tadi saya bilang relevansi dengan saat sekarang ini adalah dibikin lebih sesuai dengan anak muda dan lain sebagainya," ungkapnya. Impresi awal mencoba Honda Vario Evo 160 Spesifik Konsumen Indonesia memiliki kebutuhan yang sangat spesifik, di mana performa mesin berkapasitas 160 cc tetap harus didukung oleh kemampuan akomodasi yang praktis untuk membawa barang harian. "Karena gini, fungsionalnya pasti berbeda tuh. Kalau di lapangan. Ada orang yang butuh kubikasinya 160 cc, kemudian modelnya masih oke. Tapi juga untuk bisa bawa barang," jelasnya. Selain urusan daya angkut barang, perbedaan struktur ini pada akhirnya juga memengaruhi ergonomi berkendara, yang menjadi penentu kenyamanan bagi masing-masing tipe konsumen. "Tapi balik lagi, posisi ridingnya pun akan menjadi berbeda dengan ketika orang yang sudah memakai itu untuk fungsinya yang memakai center tunnel kan," kata Octa.