Teka-teki masa depan Joan Mir akhirnya terjawab. Honda Racing Corporation (HRC) secara resmi mengumumkan bakal berpisah dengan juara dunia MotoGP 2020 tersebut pada akhir musim ini. Keputusan ini sekaligus membuka jalan lebar bagi Gresini Ducati untuk meresmikan pembalap asal Spanyol itu sebagai pilar baru mereka musim depan. Sebagai kilas balik, Mir berlabuh ke pabrikan sayap mengepak pada akhir 2022 lalu setelah Suzuki memutuskan hengkang dari MotoGP. Kala itu, ia diharapkan bisa membangkitkan kejayaan Honda bersama Marc Marquez. "Setelah empat tahun yang penuh kenangan bersama, di akhir tahun 2026 waktu kita bersama @joanmir36official akan berakhir. Tiga podium dan semangat juaramu bersinar terang sebagai sorotan utama. Mari raih beberapa lagi di balapan-balapan terakhir ini," tulis keterangan pada unggahan tersebut. Nestapa di Atas Sadel RC213V Namun, realita tak seindah ekspektasi. Motor Honda RC213V menjelma menjadi motor yang sangat sulit dijinakkan, bahkan oleh pembalap sekelas Marc Marquez sekalipun. Ketika Marquez memilih angkat kaki ke Gresini pada 2024, Mir sempat memilih setia dengan menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun. Kesabaran Mir sempat berbuah manis saat ia berhasil mempersembahkan podium untuk Honda di GP Motegi dan GP Sepang musim lalu. Joan Mir saat berlaga di Sirkkuit Sepang pada MotoGP Malaysia 2025 Sayangnya, tren positif itu tidak berlanjut. Memasuki musim 2026, Mir justru akrab dengan hasil Did Not Finish (DNF) akibat rentetan kecelakaan. Di sisi lain, perubahan status konsesi serta fokus Honda yang terbagi untuk mempersiapkan regulasi baru mesin 850cc disinyalir membuat pengembangan RC213V berjalan di tempat. Kalah Saing dengan Rekan Setim Rapor jeblok Mir musim ini terlihat jelas dari raihan poin yang timpang. Pembalap berusia 28 tahun itu baru mengoleksi 26 poin, tertinggal jauh dari rekan setimnya, Luca Marini, yang sudah mengemas 71 poin. Joan Mir di Sirkuit Le Mans saat MotoGP Perancis 2026 Padahal, Mir beberapa kali sempat menunjukkan sisa-sisa taringnya. Salah satu performa terbaiknya terlihat di COTA (GP Amerika), di mana ia sukses mengamankan posisi start kelima. Sial bagi Mir, saat sedang asyik bertarung sengit memperebutkan podium terakhir melawan Pedro Acosta di sesi Sprint Race, ia justru mengalami kecelakaan. Ironisnya, Acosta yang finis di depan kemudian terkena penalti tekanan ban setelah balapan—sebuah momentum yang andai saja bisa dimanfaatkan Mir jika ia berhasil menyentuh garis finis.