Logo Honda Kinerja Honda dalam beberapa waktu terakhir menghadapi tekanan di sejumlah pasar global. Di tengah persaingan yang semakin ketat dan pergeseran cepat menuju elektrifikasi, pabrikan asal Jepang itu mulai merapikan strategi bisnisnya. Salah satu langkah yang cukup mencolok adalah keputusan menghentikan penjualan mobil di Korea Selatan. Kebijakan ini bukan keputusan mendadak, melainkan hasil evaluasi panjang terhadap performa yang tidak berkembang signifikan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Selama beberapa tahun terakhir, penjualan mobil Honda di Korea memang berada di level terbatas dan stagnan. Dominasi kuat Hyundai Motor Company dan Kia Corporation membuat merek asing sulit memperluas pangsa pasar.Kondisi tersebut membuat Honda kalah bersaing, baik dari sisi volume maupun citra produk di mata konsumen lokal. Loyalitas tinggi masyarakat Korea terhadap merek domestik menjadi tantangan yang sulit ditembus.Jika dibandingkan dengan Toyota Motor Corporation, posisi Honda juga relatif tertinggal. Toyota masih mampu bertahan melalui lini hybrid yang lebih kuat dan diterima pasar.Sementara itu, Honda belum memiliki portofolio yang cukup kompetitif untuk menahan tekanan tersebut. Produk yang ditawarkan dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen di Korea Selatan.Perubahan tren industri menuju kendaraan listrik juga menjadi faktor penting. Produsen lokal bergerak lebih cepat dengan menghadirkan produk EV serta dukungan ekosistem yang lebih matang.Di sisi lain, lini kendaraan Honda di Korea masih didominasi model konvensional dan hybrid. Ketidaksesuaian arah ini membuat potensi pertumbuhan menjadi semakin terbatas dari waktu ke waktu.Meski demikian, Honda tidak sepenuhnya meninggalkan Korea Selatan. Dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resminya, Jumat 24 April 2026, perusahaan tetap mempertahankan bisnis sepeda motor serta layanan purna jual untuk menjaga kehadiran merek. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Langkah ini menunjukkan bahwa Honda memilih melakukan efisiensi daripada bertahan di pasar yang tidak menguntungkan. Fokus kini diarahkan pada wilayah dengan potensi pertumbuhan lebih besar dan selaras dengan strategi elektrifikasi.Keputusan tersebut menjadi cerminan perubahan besar dalam industri otomotif global. Bahkan pemain besar pun kini harus lebih selektif untuk menjaga daya saing di tengah dinamika pasar yang terus berubah.