PT Astra Honda Motor (AHM) mengungkapkan peta penjualan sepeda motor Honda di Indonesia berbeda dengan pasar mobil. Jika penjualan mobil banyak ditopang wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek), pasar sepeda motor justru lebih tersebar di berbagai daerah. Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Octavianus Dwi Putro mengatakan, kontribusi wilayah Jabodetabek terhadap penjualan motor tidak sebesar pasar mobil. "Enggak. Kalau di motor mungkin beda sama mobil, ya. Jabodetabek itu kalau di motor jauh dibandingkan kalau di mobil," kata Octa panggilannya kepada wartawan, akhir pekan lalu. Menurut Octa, sebagian besar pasar roda dua justru berasal dari daerah-daerah di Pulau Jawa. Ilustrasi liburan dengan naik motor. "Kalau di motor itu kan paling besarnya ada di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogja, baru mungkin Jakarta, dan sekitar Jakarta," katanya. "Karena kalau Jabodetabek itu kan sebagian wilayahnya Jawa Barat," ungkap Octa. Luar Jawa Selain Pulau Jawa, Octa mengatakan pasar motor di luar Jawa juga terus berkembang. Sumatera masih menjadi salah satu kontributor utama, kemudian mulai diikuti pertumbuhan pasar di Kalimantan dan Sulawesi. "Sekarang yang berkembang, beberapa area Sumatera sudah lama berkembang. Menyusul sekarang Kalimantan dan Sulawesi," katanya. Menurut dia, pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh membaiknya daya beli masyarakat, peningkatan infrastruktur jalan, serta kebutuhan mobilitas yang semakin tinggi. Honda BeAT hadir dengan pilihan warna baru "Ya pasti perbaikan daya beli, kemudian fasilitas jalan, dan kebutuhan mobilitas, lah. Pasti ke sana. Karena komposisi Jawa dan non-Jawa sekarang ini kan hampir mendekati," ujar Octa. Semester Pertama Octa mengungkapkan penjualan sepeda motor Honda pada semester pertama 2026 mencatatkan pertumbuhan dua digit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski tidak merinci angkanya, peningkatan tersebut disebut terjadi pada penjualan langsung ke konsumen. "Penjualan AHM ke konsumen langsung terjadi peningkatan yang lumayan signifikan," jelas Octa. Menurut dia, salah satu segmen yang mengalami pertumbuhan paling tinggi adalah skutik bermesin 150 cc ke atas atau AT High. Astra Honda Motor hadir di IMOS 2025 Di segmen ini, Honda memiliki beberapa model seperti Vario 160, Stylo 160, PCX 160, dan ADV160. Octa menilai kenaikan penjualan di kelas tersebut tidak semata-mata berasal dari konsumen mobil yang beralih ke sepeda motor. Banyak konsumen justru naik kelas dari skutik bermesin kecil ke model yang lebih besar karena selisih harganya masih relatif terjangkau. "Jarak harga antara yang low dan high enggak seperti di roda empat. Misalkan BeAT kita kan Rp 20 jutaan, tertinggi ADV ada di Rp 40 jutaan. Artinya gap-nya enggak terlalu jauh," katanya.