Motor listrik kerap dianggap rentan rusak saat digunakan di tengah hujan atau melintasi genangan air. Padahal, motor listrik produksi pabrikan umumnya telah dirancang dengan sistem perlindungan terhadap air sehingga tetap aman digunakan dalam kondisi hujan normal. Alfian, pemilik bengkel motor listrik AD Service Solo, mengatakan motor listrik buatan pabrikan umumnya sudah memiliki standar perlindungan terhadap air. "Kalau motor listrik bawaan pabrik itu sudah aman. Baterai, controller, sama soket-soketnya sudah dibuat tahan air, jadi dipakai hujan masih aman," kata Alfian kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut dia, selain memiliki tingkat water resistance, motor listrik juga telah dibekali Battery Management System (BMS) yang berfungsi memantau kondisi baterai sekaligus memberikan perlindungan ketika terjadi kondisi tidak normal. Perbaikan motor listrik akibat kemasukan air. "Kalau ada air masuk atau terjadi korsleting, BMS biasanya akan memutus arus sebagai bentuk pengamanan," kata Alfian. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perlindungan tersebut bukan berarti motor listrik aman digunakan untuk menerjang banjir tinggi secara terus-menerus. "Kalau banjirnya sampai merendam komponen kelistrikan, tetap tidak disarankan. Setelah lewat banjir juga sebaiknya dicek," ucapnya. Menurut Alfian, pengguna yang sering melewati jalan tergenang atau banjir juga perlu memberikan perhatian lebih pada kondisi seal atau karet pelindung di beberapa komponen kelistrikan. "Kalau sering dipakai nerjang banjir, seal-nya perlu diganti sekitar setahun sekali supaya tetap rapat dan air enggak gampang masuk," kata Alfian. Senada dengan itu, Owner Bengkel Sepeda Motor Listrik DyVolt EV Shop, Adi Siswanto, mengatakan kondisi komponen pelindung yang mulai menurun menjadi salah satu penyebab air lebih mudah masuk ke sistem kelistrikan motor listrik. "Motor listrik dianggap aman lewat banjir sehingga penggunanya santai saja. Mungkin saat masih satu sampai enam bulan pertama masih oke, tetapi setelah itu komponen pelindung seperti seal bisa mulai aus sehingga air lebih mudah masuk," kata Adi kepada Kompas.com. Menurut Adi, komponen yang paling rentan mengalami kerusakan setelah motor listrik menerjang banjir adalah motor penggerak atau dinamo karena air yang masuk dapat memicu korosi. "Yang pertama harus diwaspadai adalah motornya atau dinamonya. Dikhawatirkan ada air di dalam yang nantinya merusak komponen tersebut," katanya. Adi menjelaskan, air yang masuk ke motor penggerak tidak selalu langsung menimbulkan kerusakan, tetapi dapat memicu karat pada komponen internal sehingga performanya menurun secara bertahap. Karena itu, pemilik motor listrik disarankan segera melakukan pemeriksaan setelah kendaraan digunakan untuk melintasi banjir atau genangan yang cukup dalam. "Kalau belum parah biasanya cukup dibersihkan. Tapi kalau sudah terlalu parah, biasanya harus dilakukan penggantian," kata Adi. Selain dinamo, pemeriksaan juga perlu dilakukan pada controller, konektor, dan baterai untuk memastikan tidak ada air yang masuk ke dalam sistem kelistrikan. Dengan kata lain, motor listrik tetap aman digunakan saat hujan selama sesuai batas kemampuan kendaraan. Namun, apabila kendaraan sering digunakan menerjang banjir, pemilik sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin dan mengganti seal yang mulai aus agar komponen kelistrikan tetap terlindungi dari risiko masuknya air.