Pengguna motor listrik perlu memperhatikan kondisi baterai, terutama setelah kendaraan digunakan dalam waktu lama. Sebab, baterai yang mulai mengalami kerusakan dapat menunjukkan sejumlah tanda yang perlu diwaspadai. Kondisi seperti baterai kembung, cepat panas, hingga kapasitas yang tiba-tiba turun drastis bisa menjadi indikasi adanya masalah pada baterai motor listrik. Hernest, pemilik dari bengkel Bogor Battery Electric Motion (BEMo), mengatakan, terdapat sejumlah ciri yang menunjukkan baterai sudah tidak dalam kondisi baik dan sebaiknya tidak digunakan kembali. “Ciri baterai yang sudah bahaya yang sebaiknya tidak dipergunakan lagi contoh baterai kembung atau bengkak,” kata Hernest kepada Kompas.com, Senin (21/9/2026). Test ride motor listrik Alva N3 Selain bentuk fisik yang berubah, baterai motor listrik yang cepat panas saat digunakan juga perlu diwaspadai. Menurut Hernest, baterai yang baru digunakan sebentar tetapi sudah mengalami panas berlebih merupakan salah satu tanda baterai bermasalah. “Kemudian baterai yang baru dipakai sebentar tapi cepat panas,” katanya. Ia juga mengatakan, kondisi ketika indikator kapasitas baterai turun secara tidak normal. Misalnya, baterai menunjukkan daya penuh setelah pengisian, tetapi persentasenya tiba-tiba turun dalam waktu singkat. “Kemudian baterai-baterai yang misalnya ketika dipakai di-charge 100 persen, tiba-tiba drop langsung turun ke 40 persen. Dari 40 persen turun langsung ke 0 persen. Nah itu juga sebaiknya tidak dipakai,” katanya. Ciri lainnya adalah baterai yang mengeluarkan cairan. Kondisi tersebut menjadi tanda bahwa baterai sudah mengalami kerusakan dan tidak sebaiknya digunakan. “Terus baterai yang ngiler, yang keluar cairan. Nah itu lebih baik jangan,” katanya. Selain itu, baterai motor listrik yang pernah terkena air atau banjir juga perlu mendapat perhatian khusus. “Kemudian baterai-baterai yang bekas dari air atau banjir dan lain-lainnya,” ucapnya.Hernest menjelaskan, baterai yang sudah rusak, drop, kembung, atau menunjukkan tanda-tanda tersebut sebaiknya tidak dipaksakan untuk digunakan, termasuk dengan pengisian daya berkecepatan tinggi. “Kalau sudah rusak, sudah turun, sudah kembung, jangan dipakai fast charging,” katanya.