Seiring meningkatnya populasi mobil listrik di Indonesia, pemilik kendaraan perlu memahami bahwa pemilihan ban untuk EV (electric vehicle) tidak bisa disamakan dengan mobil bermesin konvensional. Selain ukuran yang sesuai, ban mobil listrik juga harus mampu menopang bobot kendaraan yang lebih berat serta menghadapi karakter torsi instan yang dihasilkan motor listrik. Product Manager Michelin Indonesia, Mochammad Fachrul Rozi, mengatakan, pemilik kendaraan listrik harus memastikan load index ban yang dipasang sama atau lebih tinggi dibanding standar yang ditetapkan pabrikan. “Untuk mobil listrik, pemilik harus memastikan load index ban yang dipilih sama atau lebih tinggi dari standar pabrikan. Hal ini karena EV biasanya lebih berat dan memiliki torsi instan yang bisa mempercepat keausan ban,” kata Rozi kepada Kompas.com, belum lama ini. Ban mobil listrik Toyota bZ4X Load Index Load index merupakan angka yang menunjukkan kapasitas maksimum beban yang dapat ditanggung ban. Sementara itu, speed index menunjukkan batas kecepatan maksimum yang masih aman untuk ban tersebut. Menurut Rozi, penggunaan ban dengan load index lebih rendah dari standar kendaraan berisiko membuat ban lebih cepat rusak, bahkan pecah ketika kendaraan membawa beban penuh. Sebagai contoh, ban berukuran 215/55 R18 95V memiliki load index 95 yang setara dengan kapasitas beban 690 kilogram per ban. Jika diganti dengan ban yang memiliki load index lebih rendah, misalnya 91 yang hanya mampu menahan beban 615 kilogram, maka risiko kerusakan ban akan meningkat, terutama karena bobot mobil listrik umumnya lebih berat dibanding mobil konvensional. Selain memperhatikan kapasitas beban, sebagian ban yang dirancang khusus untuk mobil listrik juga dibekali teknologi tambahan berupa lapisan busa pada bagian inner liner. Fitur ini berfungsi meredam kebisingan sehingga kabin menjadi lebih senyap saat kendaraan melaju. Rozi menambahkan, ban khusus mobil listrik umumnya memiliki tingkat ketahanan yang lebih baik dibanding ban konvensional. Meski demikian, tekanan angin ban tetap harus dijaga sesuai rekomendasi pabrikan agar performa dan usia pakainya tetap optimal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang