Segmen mobil listrik berukuran mungil di Indonesia semakin menarik. Setelah Wuling memperkenalkan Aira EV, kehadiran BYD Racco berpotensi membuat persaingan di kelas tersebut semakin ketat. Saat ini, BYD Racco baru dipasarkan di Jepang. Namun, belum lama ini, akun media sosial BYD Indonesia juga turut mengunggahnya, seolah-olah memberikan pertanda akan kehadiran mobil listrik tersebut. Keduanya sama-sama mengusung konsep mobil listrik ringkas dengan kapasitas empat penumpang. Namun, pendekatan yang digunakan berbeda. BYD Racco dirancang sebagai kei car listrik dengan bodi super tinggi dan pintu geser, sedangkan Aira EV merupakan pengembangan dari konsep mobil listrik mungil Wuling dengan bodi yang lebih konvensional. Eksterior dan Dimensi Secara dimensi, BYD Racco memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.800 mm, dan wheelbase 2.520 mm. Sementara itu, Aira EV memiliki panjang sekitar 3.300 mm, lebar 1.505 mm, dan tinggi 1.631 mm, dengan wheelbase 2.190 mm. Mobil listrik kei car BYD Racco Artinya, Racco lebih panjang sekitar 95 mm dan memiliki jarak sumbu roda 330 mm lebih panjang. Namun, Aira EV justru lebih lebar sekitar 30 mm. Perbedaan paling mencolok terlihat pada tinggi bodi. Racco mencapai 1.800 mm atau sekitar 169 mm lebih tinggi dari Aira EV. Wuling Aira EV resmi meluncur dengan harga mulai Rp 155 juta. Proporsi tersebut memang disengaja. BYD mengembangkan Racco dengan konsep super-tall EV, sehingga ruang kepala dan kabin menjadi salah satu keunggulan utamanya. Interior dan kabin Interior BYD Racco Masuk ke dalam kabin, Racco kembali memiliki keunggulan pada dimensi ruang. BYD mencatat, Racco memiliki panjang kabin 2.193 mm, lebar 1.351 mm, dan tinggi 1.404 mm. BYD bahkan mengeklaim ruang kabinnya menjadi salah satu yang terluas di antara super-tall wagon di kelasnya. Racco juga menggunakan lantai yang relatif rendah dan rata. Wuling Aira EV resmi meluncur dengan harga mulai Rp 155 juta. Konsep ini membuat akses keluar-masuk penumpang menjadi lebih mudah sekaligus memberikan keleluasaan untuk mengatur posisi kursi. Keunggulan lainnya adalah pintu geser elektrik di kedua sisi. Fitur ini menjadi salah satu pembeda utama Racco karena memudahkan akses penumpang belakang, terutama ketika mobil diparkir di ruang yang sempit. Pada varian 300 Premium, pintu tersebut bahkan dilengkapi fungsi hands-free. Mobil listrik kei car BYD Racco Sementara Aira EV menawarkan kabin empat penumpang dengan desain yang lebih sederhana. Wuling membekalinya dengan layar instrumen digital 7 inci, kursi berbahan fabric, serta jok belakang yang bisa dilipat dengan konfigurasi 50:50. Dengan demikian, Racco lebih unggul dalam pemanfaatan ruang, sedangkan Aira EV menawarkan format kabin yang lebih sederhana dan kompak. Perbandingan BYD Racco vs Wuling Aira EV Fitur unggulan Dari sisi fitur, Racco terlihat lebih ambisius. Selain pintu geser elektrik, BYD membekali mobil ini dengan sejumlah fitur yang cukup unik untuk kendaraan berukuran kecil. Misalnya, tersedia berbagai kompartemen penyimpanan, tempat khusus payung, slot smartphone, serta fungsi vehicle-to-load (V2L) untuk menyuplai listrik ke perangkat eksternal. Wuling Aira EV Racco juga sudah dilengkapi enam airbag dan rem cakram pada keempat roda. Sistem bantuan berkendara seperti adaptive cruise control turut tersedia. Aira EV memiliki fitur yang lebih sederhana, tetapi tetap menawarkan sejumlah perangkat penting seperti ESC, electric parking brake dengan auto hold, hill hold control, ISOFIX, TPMS, kamera dan sensor parkir belakang, keyless entry, serta layar terintegrasi 10,25 inci. Racco unggul dalam kelengkapan fitur kenyamanan dan kepraktisan, sementara Aira EV lebih mengutamakan fitur dasar yang dibutuhkan untuk penggunaan sehari-hari. Performa motor listrik Bagian ini menjadi salah satu perbedaan paling signifikan. BYD Racco menggunakan motor listrik dengan tenaga maksimum 47 kW atau sekitar 64 PS, serta torsi maksimum 160 Nm. Motor tersebut dikembangkan khusus untuk Racco. BYD menyebut pengembangan dilakukan setelah timnya menilai motor yang sudah ada kurang sesuai untuk menghadapi jalan menanjak di Jepang. Aira EV menggunakan motor listrik dengan tenaga maksimum 30 kW dan torsi 85 Nm. Motor tersebut ditempatkan di belakang sehingga menggunakan penggerak roda belakang. Di atas kertas, Racco memiliki tenaga sekitar 57 persen lebih besar dan torsi hampir 88 persen lebih tinggi. Artinya, jika spesifikasi Jepang tersebut dibawa ke Indonesia, Racco berpotensi memberikan respons akselerasi yang lebih kuat, khususnya ketika membawa empat penumpang atau melintasi jalan menanjak. Kapasitas baterai dan jarak tempuh Racco ditawarkan dalam dua pilihan baterai. Varian Racco 200 menggunakan baterai 22,4 kWh dengan jarak tempuh hingga 210 km berdasarkan WLTC. Sementara Racco 300 Plus dan 300 Premium menggunakan baterai 35,84 kWh dengan jarak tempuh hingga 320 km WLTC. Baterainya menggunakan teknologi Blade Battery berbasis LFP dan sistem pendinginan menggunakan refrigeran. Aira EV juga tersedia dengan dua pilihan baterai. Spesifikasi yang tercantum Wuling menunjukkan baterai 16,2 kWh untuk Standard Range dengan jarak tempuh hingga 205 km CLTC, sedangkan Long Range menggunakan baterai 25,1 kWh dengan jarak tempuh hingga 301 km CLTC. Kesimpulan Jika dibandingkan dari spesifikasi teknis, BYD Racco berada satu langkah lebih maju dibandingkan Aira EV, terutama pada performa, ukuran kabin, kapasitas baterai terbesar, dan kelengkapan fitur. Racco juga memiliki karakter yang lebih unik. Bodi tinggi, lantai kabin yang rata, empat kursi, serta pintu geser elektrik membuatnya lebih menyerupai mobil keluarga mungil ketimbang sekadar city car. Aira EV mempunyai keunggulan pada konsep yang lebih sederhana dan kemungkinan harga yang lebih terjangkau. Motor 30 kW memang tidak sebesar Racco, tetapi sudah cukup untuk kebutuhan mobilitas perkotaan. Jadi, kalau Racco masuk Indonesia dengan spesifikasi yang sama seperti versi Jepang, pertarungan menariknya bukan hanya soal siapa yang lebih murah. Racco berpotensi menawarkan paket produk yang lebih lengkap, sedangkan Aira EV bisa mengandalkan harga dan efisiensi sebagai daya tarik utama. Sehingga, yang paling menentukan nantinya adalah harga Racco di Indonesia.