Belakangan ini terjadi banjir di sejumlah wilayah di Indonesia, menyebabkan banyak sepeda motor terendam. Bahkan, beberapa di antaranya tertutup lumpur ketika banjir sudah surut. Lantas, apakah motor-motor tersebut masih bisa diperbaiki dan kembali pulih seperti semula? Gio, pemilik bengkel sepeda motor Giovani Motors Cawas Klaten mengatakan motor bekas banjir bisa pulih atau tidak tergantung dengan kondisi dan penangannya. “Bisa, motor bekas banjir bisa diperbaiki, namun tingkat keberhasilannya sangat tergantung pada seberapa tinggi air, berapa lama terendam, dan apakah mesinnya sempat dihidupkan saat terendam atau tidak,” ucap Gio kepada KOMPAS.com, Sabtu (6/12/2025). Motor yang terendam banjir sebaiknya tidak dihidupkan terlebih dulu sebelum dilakukan pemeriksaan. Bekas lumpur sebaiknya segera dibersihkan terlebih dulu. “Pertama lepas aki, agar kelistrikan aman, setelah itu dicuci agar kotoran tidak menyebar, baru dibongkar dan diperiksa satu per satu setelah dikeringkan,” ucap Gio. Kondisi Jakan Raya Dayeuhkolot, yang tergenang banjir luapan sungai Citarum setinggi 1,5 meter Jumat (5/12/2025) Bila motor sudah terendam penuh, pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh dengan membongkarnya tiap komponen. Sementara bila motor hanya menggenang di area bawah, pemeriksaan bisa dilakukan lebih sederhana. “Ganti oli mesin dan gardan, bongkar CVT dan keringkan setiap komponen, bersihkan filter udara, lumasi kabel rem dan rantai agar tak terjadi korosi, dengan catatan air tidak masuk ke ruang bakar,” ucap Gio. Bila air masuk ke mesin, tapi motor belum dihidupkan, masih ada harapan mesin tidak rusak asal ditangani dengan tepat. Ilustrasi busi motor “Bongkar dan keringkan karburator atau throttle body, ganti oli sampai warnanya kembali normal bukan susu, bersihkan busi, ECU, soket dan kabel-kabelnya, pastikan tidak ada korsleting,” ucap Gio. Penanganan motor kebanjiran dan sempat dibiarkan berhari-hari cenderung lebih sulit, karena ada kemungkinan karat sudah menyebar, potensi korsleting tinggi, dan injektor terganggu. Bila motor terendam penuh, speedometer juga risiko rusak. Masalah kelistrikan motor bisa saja diperbaiki, tapi tak menutup kemungkinan masalah lain kembali muncul di kemudian hari. “Seperti beberapa lampu tak berfungsi normal, indikator menyala, speedometer ada yang tak berfungsi dan sejenisnya, tapi bila komponen diganti lebih aman,” ucap Gio. Sedangkan bila motor sempat dihidupkan dalam kondisi terendam atau belum diperiksa terlebih dulu, ada potensi motor mengalami water hammer. Potensi kerusakan meliputi: piston dan stang bengkok, oli bercampur air juga bisa bikin bearing mesin cepat aus. “Masih bisa diperbaiki, tapi biaya besar, sedangkan komponen seperti bearing sebenarnya aman dipakai kembali, tapi keawetannya sudah tidak sama,” ucap Gio. Berikut ini kerusakan komponen motor yang sulit pulih dan kapan saja bisa muncul gejala kerusakannya: Karat pada crankshaft, CVT berjamur, Kabel bodi lembab permanen, Karburator/injektor korosi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang