Sistem pengereman Anti-lock Braking System (ABS) kini menjadi fitur keselamatan pada skutik bongsor kelas 150-160cc. Namun, di balik kecanggihannya, muncul sebuah fenomena di kalangan konsumen, para pengguna motor. Banyak pemilik Yamaha NMAX mengeluhkan modul ABS yang eror atau rusak, terutama jika perawatan minyak rem terabaikan. Ilustrasi Honda PCX 160 di main diler Wahana Honda Menariknya, pemandangan serupa jarang ditemukan pada pengguna Honda PCX, ADV, maupun Stylo 160 dan Vario 160. Dustin, pemilik bengkel spesialis Garage +62, mengatakan bahwa kasus kerusakan ABS memang jauh lebih sering terjadi pada skutik Yamaha dibandingkan Honda. Menurutnya, hal ini bukan soal kualitas komponen, melainkan adanya perbedaan karakteristik cara kerja sistem tersebut. "Betul, ABS kebanyakan kasus di Yamaha. Kalau di Honda jarang," ujar Dustin kepada Kompas.com Rabu (22/4/2026). Perbedaan Mekanisme Kerja Dustin menjelaskan bahwa sistem ABS pada motor Honda cenderung "pasif" dalam kondisi berkendara harian dibandingkan Yamaha. Hal inilah yang menurutnya membuat modul ABS Honda lebih awet karena jarang mendapat beban kerja berat. "Karena ABS di Honda kerjanya tidak seperti ABS Yamaha. ABS Honda biasanya hanya bekerja di rem depan saja, dan itu pun hanya bekerja di RPM tinggi," ucap Dustin. Ia bahkan sempat melakukan pengujian langsung pada Honda Vario 160 yang sudah dibekali sistem pengereman ABS. Hasilnya cukup mengejutkan, sistem ABS tidak selalu aktif di setiap kondisi. Ilustrasi rem ABS pada motor "Saya pernah tes Vario 160 ABS, itu dibawa jalan pelan kalau panic brake tetap mengunci remnya. Dan di rem belakang masih tetap lock (mengunci)," katanya. Eror yang Tersembunyi Karena jarang aktif atau jarang "terangsang" oleh gaya berkendara di dalam kota, sistem ABS pada motor Honda seolah terlihat lebih tangguh. Padahal, menurut Dustin, ada kemungkinan sistem tersebut sebenarnya sudah mulai mengalami penurunan fungsi atau eror, namun tidak terdeteksi oleh pengendara. "Sebenarnya bisa juga begitu (rusak). Tapi karena jarang dipakai, jadi ABS-nya jarang bekerja. Ditambah biasanya orang bawa motor dalam keadaan normal dalam kota, jarang RPM tinggi dan jarang panic brake. Jadi bisa dibilang, mungkin ada beberapa kasus ABS-nya sudah mulai eror, tapi karena tidak terangsang jadinya tidak muncul erornya," tutur Dustin. Sebagai perbandingan, hampir seluruh lini skutik besar Yamaha seperti NMAX dan XMAX sudah mengusung sistem dual channel (depan dan belakang). Sedangkan untuk model seperti Aerox dan Lexi, ABS hanya tersedia di bagian depan (single channel) karena rem belakang masih menggunakan tromol. "Kecuali Aerox tipe baru yang double disc, itu belakangnya juga fungsi untuk ABS-nya," tutup Dustin. Sistem ABS Honda dan Yamaha Aries Mandala, Kepala Bengkel AHASS Pelangi Prima Mandiri menjelaskan, sistem ABS di skutik Honda memang cuma untuk roda depan saja. Selain itu ABS baru bekerja pada saat kecepatan motor di atas 10 kpj. "Sebenarnya jarang rusak asal selalu cek kebersihan minyak rem dengan rutin dikuras. Jangan semprot pakai air bertekanan tinggi terutama di bagian modul ABS-nya," kata Aries kepada Kompas.com, Rabu (22/4/2026). Ferry Nurul Fajar, Technical & Service Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing menjelaskan, sistem ABS dual channel di skutik Yamaha bisa awet selama rutin dirawat. "Rutin ganti minya rem setiap kelipatan 24.000 km atau dua tahun. Kalau terindikasi minyak rem mengandung air, segera dibongkar, bersihkan unit ABS dan ganti seal. Karena air bisa menyebabkan karat, akhirnya rembes dan ECU ABS bisa korslet," kata Ferry. Sebenarnya sumber kerusakan sistem ABS di skutik Yamaha cuma dari jarang mengganti minyak rem. Padahal petunjuknya sudah jelas, diganti rutin supaya fungsi ABS normal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang