Kehadiran BYD M6 DM membuat persaingan mobil keluarga elektrifikasi di Indonesia semakin ramai. Model plug-in hybrid (PHEV) pertama BYD untuk pasar domestik itu kini berhadapan dengan Toyota Veloz Hybrid yang lebih dulu bermain di segmen MPV elektrifikasi. Tak berlebihan jika kedua model punya predikat sebagai MPV elektrifikasi sejuta umat, bercermin pada larisnya di pasar otomotif nasional. Meski sama-sama mengusung teknologi hybrid, pendekatan kedua mobil ini cukup berbeda. BYD M6 DM lebih mengedepankan sensasi berkendara ala mobil listrik dengan sistem plug-in hybrid, sementara Toyota Veloz Hybrid hadir sebagai full hybrid yang lebih simpel untuk penggunaan harian tanpa perlu pengisian daya eksternal. Dimensi: BYD M6 DM Lebih Besar Secara dimensi, BYD M6 DM berada di kelas yang lebih besar dibanding Toyota Veloz Hybrid. Mobil ini memiliki panjang 4.710 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.690 mm, serta wheelbase sekitar 2.800 mm. BYD M6 DM Sementara Toyota Veloz Hybrid memiliki panjang 4.475 mm, lebar 1.750 mm, tinggi 1.700 mm, wheelbase 2.750 mm, dan ground clearance mencapai 205 mm. Dimensi yang lebih besar membuat BYD M6 DM diperkirakan menawarkan kabin lebih lega, terutama untuk penumpang baris kedua dan ketiga. Namun Veloz Hybrid tetap punya keunggulan dari sisi kepraktisan dan ground clearance tinggi yang cocok untuk berbagai kondisi jalan di Indonesia. Teknologi: PHEV vs Full Hybrid Perbedaan terbesar keduanya terletak pada teknologi elektrifikasi yang digunakan. BYD M6 DM memakai sistem Dual Mode (DM) plug-in hybrid dengan pendekatan electric-first. Dalam banyak kondisi, motor listrik menjadi penggerak utama, sedangkan mesin bensin berfungsi sebagai generator sekaligus membantu penggerak saat dibutuhkan. Karakter tersebut membuat pengalaman berkendara BYD M6 DM terasa lebih dekat dengan mobil listrik murni, terutama saat baterai masih penuh. Di sisi lain, Toyota Veloz Hybrid menggunakan teknologi full hybrid Toyota Hybrid System (THS) dengan mesin 1.5 liter Atkinson Cycle dan transmisi e-CVT. Sistem ini bekerja otomatis tanpa perlu pengisian baterai eksternal. Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 Artinya, pengguna Veloz Hybrid cukup mengisi bensin seperti mobil biasa, sementara sistem hybrid bekerja sendiri untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Efisiensi dan Jarak Tempuh BYD mengklaim konsumsi bahan bakar M6 DM bisa mencapai sekitar 65 km/liter dalam kondisi ideal, dengan jarak tempuh gabungan lebih dari 1.600 km saat baterai dan tangki bensin penuh. Selain itu, BYD M6 DM juga diklaim mampu melaju sejauh 105 km dalam mode listrik murni sebelum mesin bensin bekerja. BYD M6 DM Sementara Toyota mengklaim konsumsi BBM New Veloz Hybrid mencapai 28,9 km/liter untuk penggunaan kombinasi. Dalam pengujian lapangan, efisiensinya disebut bisa bervariasi mulai 24 km/liter hingga 35,5 km/liter tergantung kondisi jalan, beban kendaraan, serta gaya berkendara. Meski angka konsumsi BBM BYD M6 DM terlihat jauh lebih tinggi, perlu dicatat bahwa sistem PHEV sangat bergantung pada kondisi baterai dan frekuensi pengisian daya. Saat baterai rutin diisi, konsumsi bahan bakar bisa sangat irit. Namun ketika baterai habis, konsumsi BBM umumnya akan lebih mendekati mobil hybrid biasa. Sama-sama Tanpa Insentif EV Menariknya, meski BYD dikenal sebagai merek kendaraan listrik murni, status BYD M6 DM sebagai mobil PHEV membuat varian ini melepas berbagai insentif kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) pada model sebelumnya. Artinya, BYD M6 DM diperkirakan tetap terkena aturan ganjil genap di Jakarta dan belum memperoleh insentif bebas pajak kendaraan bermotor (PKB), sama seperti Toyota Veloz Hybrid. Interior Toyota Veloz Hybrid Kondisi tersebut berbeda dengan model BYD listrik murni seperti M6 EV, Dolphin, Atto 3, atau Seal yang sudah mendapat berbagai keuntungan kendaraan listrik, termasuk bebas ganjil genap di sejumlah daerah serta keringanan pajak kendaraan. Karena itu, baik BYD M6 DM maupun Toyota Veloz Hybrid saat ini masih berada di posisi sebagai kendaraan elektrifikasi transisi, bukan kendaraan listrik penuh. Harga Harga Toyota Veloz Hybrid EV berkisar antara Rp 303 juta hingga Rp 389 juta (OTR Jabodetabek) tergantung pada tipe dan pilihan warna yang dipilih. Sementara itu, BYD hingga kini belum mengumumkan harga resmi M6 DM untuk pasar Indonesia. Namun pihak BYD menyebutkan bahwa harga model ini akan dibuat kompetitif untuk bersaing di segmen MPV elektrifikasi. Kehadiran BYD M6 DM dan Toyota Veloz Hybrid menunjukkan pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia mulai semakin beragam. Konsumen kini punya pilihan antara teknologi plug-in hybrid dengan karakter EV kuat, atau full hybrid yang lebih praktis digunakan tanpa perlu pengisian daya eksternal. BYD M6 DM cocok untuk konsumen yang ingin sensasi berkendara mobil listrik dengan fleksibilitas mesin bensin. Sementara Toyota Veloz Hybrid lebih pas bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan, efisiensi, dan kemudahan penggunaan sehari-hari khas mobil keluarga Toyota. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang