Menteri Keuangan RI (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa kebijakan insentif kendaraan listrik akan diumumkan dalam waktu dekat oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam dua atau tiga pekan mendatang. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak. "Pasar kendaraan listrik telah meningkat hampir 15 kali lipat dalam empat tahun terakhir. Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong produksi, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, tenaga kerja, dan industri nasional," kata Purbaya dalam helatan 'The 20th Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) 2026' di ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/8/2026). Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyempatkan diri mengunjungi sejumlah peserta pameran GIIAS 2026. Salah satu yang didatanginya adalah Harley-Davidson. "Sekarang banyak orang bertanya mengenai posisi pemerintah kita dalam mempromosikan EV. Jika melihat apa yang terjadi di Timur Tengah, menyebabkan harga minyak dunia tinggi dan ini tampaknya akan terjadi lama. Jadi kita harus menyesuaikan diri," ucapnya. "Presiden Prabowo, ingin menurunkan ketergantungan kita terhadap impor minyak. Itulah sebabnya, kita akan mempromosikan EV dan akan terus melakukan hal tersebut. Saya rasa, dua atau tiga minggu ke depan Presiden akan mengumumkan stimulus EV ini," lanjut dia. Bocoran Skema Insentif Meski belum mengungkapkan rincian secara menyeluruh, Purbaya memberi gambaran bahwa paket stimulus akan menyasar sepeda motor listrik dan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV). "Stimulus EV, termasuk untuk 500.000 motor listrik dan mobil BEV ada pembebasan 100 persen PPnBM, PPN, serta insentif 40 persen untuk mobil listrik tertentu," kata dia. Namun, saat dimintai penjelasan lebih lanjut mengenai mekanisme maupun besaran fasilitas tersebut, Purbaya mengatakan seluruh skema masih dalam tahap pembahasan. "Masih dihitung, masih didiskusikan. Nanti diumumkan setelah semuanya siap," ujarnya. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di GIIAS 2026, Selasa (4/8/2026). Hybrid Belum Masuk Pembahasan Dalam kesempatan yang sama, Purbaya mengisyaratkan bahwa insentif sementara hanya akan berlaku bagi BEV atau kendaraan listrik murni. Saat ditanya apakah mobil hybrid, plug-in hybrid (PHEV), maupun range extender electric vehicle (REEV) juga akan mendapat perlakuan serupa, ia mengaku belum mendengar adanya rencana tersebut. "Saya belum dengar rencana itu. Yang saya dengar baru untuk BEV, baik yang menggunakan baterai berbasis nikel maupun lithium," kata Purbaya. Ia pun meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi dari Presiden dalam beberapa pekan mendatang karena seluruh skema masih terus dimatangkan.