Kembali menegaskan komitmen dalam penanganan over dimension over loading (ODOL), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai melakukan langkah nyata. Salah satu pembuktiannya adalah dengan melakukan normalisasi atau pemotongan terhadap sekitar 300 truk ODOL yang berada di Provinsi Jawa Barat. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, normalisasi menjadi wujud nyata penguatan angkutan barang yang berkeselamatan, tertib, dan berkelanjutan. “Langkah ini menjadi bagian dari agenda nasional menuju Indonesia Zero ODOL 2027,” ujar Dudy dalam keterangan resminya pada kegiatan Normalisasi Kendaraan Lebih Dimensi 2025, Rabu (17/12/2025). Pada kegiatan tersebut, Kemenhub melakukan normalisasi terhadap 26 kendaraan yang merupakan perwakilan dari Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT). Normaliasi ODOL di Jawa Timur Normalisasi kendaraan berdimensi dan bermuatan berlebih merupakan proses atau tindakan untuk mengembalikan dimensi fisik dan/atau kapasitas muatan kendaraan angkutan barang agar sesuai dengan standar produksi pabrik serta regulasi yang berlaku. Selanjutnya, seluruh kendaraan angkutan barang di kawasan Jawa Timur akan didorong untuk memenuhi ketentuan dimensi dan muatan sebagaimana yang telah distandardisasi. Dalam program ini juga dilakukan sosialisasi serta penegasan terkait aturan ODOL. Dudy menjelaskan, permasalahan ODOL bukan sekadar isu teknis kendaraan, melainkan persoalan keselamatan publik, efisiensi logistik, ketahanan infrastruktur, dan daya saing nasional. Karena itu, Kemenhub secara konsisten mempercepat kebijakan penanganan ODOL sebagai bagian dari agenda nasional menuju Indonesia Zero ODOL 2027, melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Penindakan truk ODOL “Keberhasilan kebijakan ODOL tidak mungkin dicapai oleh satu institusi saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, BUMN, asosiasi transportasi, karoseri, serta para pelaku usaha angkutan barang,” kata Dudy. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang