— Membeli motor listrik bukan cuma soal harga dan jarak tempuh. Skema baterai juga penting karena menentukan biaya serta kemudahan penggunaan sehari-hari. Saat ini, ada tiga skema yang umum ditawarkan, yakni baterai milik sendiri, sewa baterai, dan tukar atau swap battery. masing memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung kebutuhan serta pola mobilitas pengguna. Bambang Setiawan Yudistira, yang akrab disapa Ibeng, pegiat motor listrik dari komunitas EV Holic, mengatakan konsumen perlu memahami karakter setiap skema sebelum menentukan pilihan. Exotic Sprinter AT jadi motor listrik termurah di GIIAS 2026 yang dijual mulai Rp 9 jutaan. Baterai Milik Sendiri Pada skema baterai milik pribadi, pengguna memiliki kebebasan lebih besar. Baterai dapat dirawat sendiri dan pada beberapa kendaraan memungkinkan dilakukan peningkatan atau penyesuaian kapasitas. Namun, pemilik juga harus siap menghadapi ketidakpastian mengenai usia pakai baterai. "Kalau mengerti perawatan baterai, pengeluaran uang untuk beli baterai lebih hemat dibandingkan bayar sewa per bulan. Karena baterai lebih awet dan penggunaan tahunan panjang, itu sekaligus jadi tabungan untuk beli baterai berikutnya," kata Ibeng kepada Kompas.com, belum lama ini. Di sisi lain, pemilik tidak bisa memastikan secara pasti kapan baterai harus diganti karena usia pakainya dipengaruhi cara penggunaan dan perawatan. Ilustrasi baterai motor listrik "Kalau baterai milik kita, kita enggak tahu kapan harus ganti baterai, dua tahun, empat tahun, atau lima tahun," ujarnya. Artinya, harga pembelian motor dengan baterai milik sendiri perlu dilihat bersama potensi biaya penggantian baterai pada masa mendatang. Sewa Baterai Berbeda dengan baterai milik pribadi, skema sewa membuat pengguna tidak perlu menanggung seluruh risiko terkait usia baterai. Skema ini dinilai lebih praktis bagi konsumen yang belum memahami perawatan baterai motor listrik. Perbandingan Alva N3 vs Polytron Fox 350 "Semua problem dan atau kerusakan baterai enggak perlu dipikirkan. BMS rusak tinggal klaim ganti, baterai drop atau healthy-nya di bawah 70 persen tinggal klaim diganti baru," jelas Ibeng. Dengan skema tersebut, pengguna membayar biaya sewa secara berkala dan mendapatkan layanan sesuai ketentuan yang diberikan penyedia. Namun, konsumen perlu menghitung biaya sewa dalam jangka panjang agar bisa membandingkannya dengan biaya membeli baterai secara langsung. Ilustrasi Honda EM1 e: di ajang Jakarta Fair 2024