Motor listrik kini semakin banyak dilirik masyarakat perkotaan sebagai alternatif kendaraan sehari-hari. Namun, sebelum memutuskan membeli, calon konsumen perlu memahami satu hal penting yang kerap luput dari perhatian, yaitu skema baterai. Setidaknya ada tiga skema baterai yang ditawarkan di pasaran saat ini, yakni baterai jadi milik pribadi, sewa baterai, dan tukar (swap) baterai. Ketiganya memiliki karakteristik yang berbeda dan cocok untuk tipe pengguna yang berbeda pula. Bambang Setiawan Yudistira, yang akrab disapa Ibeng, Pegiat Motor Listrik dari komunitas EV Holic, membagikan pandangannya soal plus-minus masing-masing skema tersebut. Perbandingan Gesits G1 vs ALVA N3 Baterai Milik Pribadi, Cocok untuk yang Paham Perawatan Menurut Ibeng, skema baterai milik pribadi lebih cocok untuk konsumen yang sudah memahami seluk-beluk motor listrik, khususnya urusan baterai. Skema ini menawarkan kebebasan lebih besar untuk memodifikasi motor listrik, mulai dari upgrade, menambah kapasitas, hingga downgrade sesuai kebutuhan. Ibeng menuturkan, bagi yang mengerti cara merawat baterai dengan baik, pengeluaran untuk membeli baterai bisa lebih hemat dibandingkan membayar sewa setiap bulan. Sebab, baterai bisa lebih awet dan penggunaannya dalam jangka panjang tahunan sekaligus menjadi tabungan untuk pembelian baterai berikutnya. Ilustrasi baterai motor listrik United E-Motor "Kalau mengerti perawatan baterai, pengeluaran uang untuk beli baterai lebih hemat dibandingkan bayar sewa per bulan. Karena baterai lebih awet dan penggunaan tahunan panjang, itu sekaligus jadi tabungan untuk beli baterai berikutnya," kata Ibeng. Meski begitu, ada konsekuensi yang perlu disadari pemilik baterai pribadi, yaitu ketidakpastian soal umur pakai baterai. "Kalau baterai milik kita, kita enggak tahu kapan harus ganti baterai, dua tahun, empat tahun, atau lima tahun," ujarnya. Motor listrik United E-Motor Sewa Baterai, Solusi bagi yang Awam Bagi konsumen yang belum terlalu memahami teknis baterai motor listrik, skema sewa baterai bisa menjadi pilihan yang lebih aman. Ibeng menjelaskan, skema ini cocok untuk pengguna awam karena membebaskan mereka dari rasa khawatir soal kondisi baterai. Perhitungan pengeluaran bulanan pun menjadi lebih jelas dan terukur. Keunggulan lain dari skema sewa baterai adalah kepastian penanganan bila terjadi masalah. Semua problem atau kerusakan baterai tidak perlu dipikirkan sendiri oleh pengguna. Oyika hadirkan motor listrik dengan teknologi swap battery Jika battery management system (BMS) rusak, maka pengguna tinggal mengajukan klaim penggantian. Begitu pula jika kondisi baterai menurun atau kesehatannya di bawah 70 persen, penggantian dengan baterai baru bisa langsung diklaim tanpa biaya tambahan. "Semua problem dan atau kerusakan baterai enggak perlu dipikirkan. BMS rusak tinggal klaim ganti, baterai drop atau healthy-nya di bawah 70 persen tinggal klaim diganti baru," jelas Ibeng. Tukar Baterai, Andalan Mobilitas Dalam Kota Skema ketiga, yakni tukar atau swap baterai, menurut Ibeng paling sesuai untuk orang dengan mobilitas harian di dalam kota. VinFast Viper, motor listrik besutan VinFast tampil dengan balutan warna putih dan aksen merah, menonjolkan garis desain tajam khas motor sport modern. Skema ini juga menjadi solusi bagi mereka yang tinggal di hunian dengan keterbatasan fasilitas pengisian daya, seperti kos-kosan atau apartemen, maupun yang menghadapi kendala daya listrik yang tidak mencukupi untuk mengisi ulang baterai di rumah. "Efisien untuk perkotaan yang tempat tukar baterainya tersebar merata. Tapi kalau ke luar kota agak sulit cari tempat pertukaran baterai," kata Ibeng. Skema Kombinasi Mulai Bermunculan Menariknya, sejumlah produsen kini mulai menawarkan skema yang lebih fleksibel dengan menggabungkan dua opsi sekaligus. Ibeng mencontohkan langkah yang diambil VinFast yang menghadirkan jembatan antara opsi sewa baterai dan tukar baterai. "Ada jembatan dari VinFast untuk opsi sewa baterai bisa juga tukar baterai. Jadi kalau rutinitas di perkotaan bisa tukar baterai, pas keluar kota bisa charging mandiri," ujar Ibeng. Pada akhirnya, pemilihan skema baterai motor listrik kembali pada kebutuhan dan pola mobilitas masing-masing pengguna. Memahami karakter tiap skema sejak awal akan membantu calon konsumen menentukan pilihan yang paling sesuai dengan gaya hidup mereka.