Polytron memberikan tanggapan terkait dorongan pemerintah agar Motor Listrik Nasional (Molinas) menggunakan baterai berbasis nikel atau Nickel Manganese Cobalt (NMC) produksi dalam negeri. Head of Group Product EV 2W Polytron Ilman Fachrian Fadly mengatakan, pihaknya saat ini masih memilih baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) untuk produk motor listriknya. Keputusan tersebut diambil setelah Polytron melakukan kajian terhadap berbagai teknologi baterai sebelum meluncurkan produk kendaraan listrik. Bocoran baterai motor listrik IBC Gen 2. “Kami lihat perkembangannya, karena saat ini kami pilih LFP sudah dari banyak penelitian. Sebelum launching di awal itu, kami pelajari dulu jenis baterai ada apa saja di dunia. Salah satunya LFP dan nikel,” kata Ilman. Menurut dia, Polytron menilai LFP masih memiliki aspek keamanan yang lebih sesuai dibandingkan baterai NMC. Karena itu, teknologi tersebut masih menjadi pilihan perusahaan hingga saat ini. Polytron Masih Pilih LFP Ilman mengatakan, pilihan terhadap LFP bukan berarti Polytron menutup kemungkinan menggunakan baterai berbasis nikel pada masa mendatang. Ilustrasi baterai motor listrik. Pengemudi ojek daring mengganti baterai sepeda motor listrik dengan yang sudah penuh terisi di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di SPBU Pertamina, Jalan MT Haryono, Jakarta, Senin (28/3/2022). “Sampai saat ini NMC atau nikel, menurut kami LFP masih lebih aman daripada NMC. Karena faktor itu, kami memilih LFP,” ujarnya. Polytron tetap memantau perkembangan teknologi baterai. Jika teknologi NMC sudah dapat diadopsi dengan tepat dan aman, perusahaan membuka peluang untuk menggunakannya. “Kami lihat perkembangan, teknologi terus bergerak. Kalau misalnya sudah bisa kami adopsi dengan benar, dengan tepat, dengan aman, itu pasti akan kami pertimbangkan,” kata Ilman. Peluncuran program Motor Listrik Nasional (Molinas) oleh Presiden RI Prabowo Subianto Pemerintah Dorong Baterai Nikel untuk Molinas Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong penggunaan baterai nikel produksi dalam negeri untuk program Molinas. Kebijakan tersebut dikaitkan dengan agenda hilirisasi nikel nasional dan peningkatan penggunaan komponen lokal. Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian Atong Soekirman mengatakan, mayoritas kendaraan listrik global saat ini justru menggunakan baterai LFP. Karena itu, Indonesia dinilai perlu memanfaatkan keunggulan sumber daya nikel yang dimiliki. Polytron meluncurkan produk baru Fox-R Limited Edition, hasil kolaborasi istimewa dengan seniman Darbotz. “Program nikel ini kan program hilirisasi nasional sebenarnya. Nah, ini akan coba dorong sehingga nanti muatan daripada Molinas ini bisa menggunakan produk baterai berbasis nikel yang merupakan program hilirisasi ini secara berkelanjutan,” ujar Atong dalam diskusi di Jakarta, Agustus lalu. Penggunaan baterai nikel lokal juga diharapkan mendukung target TKDN Molinas. Dengan demikian, program tersebut dapat menghubungkan rantai industri mulai dari bahan baku, produksi baterai, hingga kendaraan listrik.