Skema baterai berlangganan yang diterapkan Polytron pada motor listriknya ternyata lebih banyak diminati konsumen dibandingkan opsi membeli baterai secara langsung. Head of Group Product EV 2W Polytron Ilman Fachrian Fadly mengatakan, mayoritas konsumen memilih skema Battery As a Service atau baterai sewa. “Kami kan secara skema penjualan ada dua, ada sewa baterai atau battery as a service. Satu lagi buy to own battery, jadi hak milik,” ujar Ilman di Jakarta, Sabtu (19/9/2026). PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur melakukan pengadaan 500 unit Polytron Fox 350. Menurut dia, skema sewa baterai memberikan rasa aman bagi konsumen yang khawatir terhadap penurunan performa baterai seiring pemakaian. “Nah, secara persentase itu 98 persen banyaknya yang battery as a services, baterai sewa. Karena di sana user itu lebih tenang kalau misalnya ada khawatir baterai drop,” katanya. Harga Motor Lebih Terjangkau Salah satu alasan konsumen memilih skema baterai sewa adalah harga awal kendaraan yang lebih rendah. Dalam skema tersebut, konsumen hanya memiliki unit motor, sedangkan baterai tetap menjadi milik Polytron. Polytron menyediakan program khusus pembelian motor listrik Polytron FOX-R bagi para mitra pengemudi Gojek. Program ini bertajuk ?Ngegojek Lebih Hemat, Kantong Lebih Sehat?. “Secara harga juga kan memotong ya (lebih murah). Jadi yang dimiliki oleh konsumen adalah unitnya saja. Baterainya punya Polytron, diurus sama Polytron, dijagain sama Polytron,” ujar Ilman. Sebagai contoh, Polytron FOX 350 dengan skema baterai sewa dibanderol Rp 17 juta untuk unitnya. Sementara versi dengan baterai menjadi hak milik konsumen dijual Rp 29 juta. Untuk skema Battery as a Service, konsumen kemudian membayar biaya langganan bulanan. Besarannya bergantung pada model motor listrik yang dipilih, yakni berkisar Rp 125.000 hingga Rp 200.000 per bulan. Diler baru motor listrik Polytron di Erajaya Digital Complex PIK 2, Jakarta Utara Baterai Bisa Diganti Selain menekan harga awal pembelian, skema sewa juga memberikan perlindungan terhadap penurunan kondisi baterai. Ilman mengatakan, konsumen dapat membawa motor ke service center Polytron apabila terjadi masalah pada baterai. Perusahaan akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi atau State of Health (SOH) baterai. amit kenapa-kenapa tinggal datang ke service center kita. Nanti kita cek kalau misalnya secara SOH-nya (State of Health), battery health-nya di bawah 85 persen bisa diganti,” katanya. Motor listrik Polytron FOX R di GIIAS Dengan skema tersebut, konsumen tidak perlu membeli baterai baru ketika performanya sudah menurun di bawah batas yang ditentukan. Tingginya proporsi konsumen yang memilih baterai sewa menunjukkan bahwa faktor harga awal sekaligus kekhawatiran terhadap penurunan performa baterai menjadi pertimbangan dalam kepemilikan motor listrik.