Motor dengan cat doff atau matte kini semakin mendominasi pasar roda dua. Tampilan yang terlihat maskulin, modern, dan berbeda dari cat glossy membuat warna ini banyak dipilih pabrikan, mulai dari motor sport hingga skutik harian. Namun, di balik tampilannya yang menarik, cat doff menyimpan tantangan tersendiri, terutama soal perawatan dan perlindungan permukaan. Berbeda dengan cat glossy yang memantulkan cahaya, warna doff memiliki karakter tidak mengilap dengan tekstur permukaan yang lebih kasar. Coating Nano Ceramic Kilapnya yang rendah membuat cat doff terasa tidak licin saat disentuh, tetapi di sisi lain, permukaan ini justru lebih mudah menangkap kotoran dan lebih rentan terhadap goresan halus. Jika tidak dirawat dengan benar, warna doff bisa cepat kusam dan terlihat belang. Direktur PT SCT Motor Indonesia M Rizki Elrivany mengatakan, tren warna doff memang sudah menjadi pilihan utama banyak pabrikan. Namun ia menegaskan, motor dengan cat doff idealnya langsung diberi perlindungan sejak awal. “Benar, sekarang motor rata-rata warna doff. Motor doff kalau tidak di-coating dari awal, apalagi kena hujan, kita malas bersihkan, itu akan belang,” ujar M Rizki Elrivany kepada Kompas.com (7/1/2026). Honda Scoopy di IMOS 2022 Menurut Rizki, masalah muncul ketika kotoran dan air hujan dibiarkan terlalu lama menempel di permukaan cat. Pada tahap tertentu, noda bisa meresap hingga ke lapisan pernis. Jika itu sudah terjadi, proses pemulihannya tidak semudah pada cat glossy. “Kalau sudah belang, dan sudah masuk ke dalam pernis, itu akan sangat sulit bagi kami untuk dibikin kilap lagi. Beda perlakuannya dengan motor glossy, yang lebih mudah,” kata dia. Karena itu, Rizki menyarankan pemilik motor warna doff untuk melakukan coating. Fungsi utama bukan untuk membuatnya mengilap, melainkan memberikan lapisan pelindung agar kotoran tidak langsung menempel pada cat. Hydrophobic Lab, salon motor dan helm dengan servis coating dan poles “Karena yang kena (kotoran) lapisan coating-nya, bukan bodinya,” ucap Rizki. Dengan adanya coating, motor dengna warna doff menjadi lebih mudah dibersihkan saat terkena lumpur, debu, atau air hujan. Namun, perlakuan terhadap motor doff yang sudah kotor tetap harus diperhatikan. Rizki menjelaskan bahwa pembersihan menggunakan mesin poles berisiko mengubah karakter asli cat. Detailing kebersihan motor “Kalau kondisi masih bagus, kami bisa poles secara manual. Sehingga saat poles manual, efek doff-nya masih ada, tapi terproteksi dengan Nano Ceramic,” kata Rizki. Ia menambahkan, proses ini biasanya didiskusikan terlebih dahulu dengan konsumen karena hasil akhirnya bisa berbeda tergantung metode yang dipilih. “Jadi memang biasanya kami tanya ke konsumen, motornya mau tetap doff, mau semi glossy, atau glossy sekalian. Kalau doff, berarti harus dikerjakan manual. Jadi jangan protes kalau dikerjakan tanpa mesin,” ujarnya. Komparasi Yamaha FreeGo 125 vs Suzuki Burgman Street 125EX Dengan kata lain, coating pada motor doff bukan hanya soal perlindungan, tetapi juga menentukan tampilan akhir motor. Jika dikerjakan dengan metode yang tepat, karakter doff masih bisa dipertahankan. Namun jika salah perlakuan, efek doff bisa berkurang dan berubah menjadi semi glossy. Karena itu, pemilik motor doff perlu memahami sejak awal bahwa perawatan dan coating harus disesuaikan dengan karakter cat agar tampilannya tetap konsisten dan tidak cepat rusak. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang