Motor listrik memang menawarkan efisiensi dan performa yang mantap untuk kebutuhan harian. Biaya operasional bisa ditekan, serta tenaga dan torsinya terasa instan. Namun, salah satu pertimbangan utama masyarakat Indonesia sebelum memboyong motor listrik adalah harga jual kembalinya. Mengingat harga awal yang berada di kisaran belasan hingga puluhan juta rupiah, saat dijual kembali tak jarang harganya ditawar di bawah Rp 10 juta. Lantas, bagaimana pandangan para pengguna yang sudah menggunakan motor listrik sehari-hari? Booth motor listrik Uwinfly di GIIAS 2025 Tawaran Diler Murah Kiagus Abdul Rofi, pengguna Uwinfly T5 sejak 2022, mengaku sempat berencana menjual kendaraan listriknya karena tergiur dengan model baru di pasaran. “Kepikiran buat upgrade. Makin ke sini makin banyak motor listrik yang fiturnya bagus, contohnya Polytron. Jadi ingin upgrade karena lebih cocok untuk penggunaan sehari-hari,” ujar Kiagus kepada Kompas.com, Senin (21/9/2026). Ketika mencoba menanyakan ke diler, Kiagus terkejut lantaran nilai tukarnya ditawar sangat rendah. “Kemarin saya sudah tanya ke diler buat jualnya. Mereka ngasih harga murah banget karena bukan official dari mereka (Uwinfly). Rencananya mau jual sendiri, tapi belum tahu jadi atau enggak. Sejujurnya agak kesel, tapi ya karena banyak orang yang belum tahu value-nya, jadi wajar saja kalau harga drop,” kata Kiagus. Kiagus beli motornya di 2022 Rp 16 juta. Cuma karena kondisi sudah dipakai empat tahun lalu pernah ganti baterai, dia ditawar dengan harga Rp 3 juta. Sementara kalau lihat di marketplace, harga Uwinfly T5 masih di kisaran Rp 5 juta sampai Rp 7 jutaan. Dianggap Perangkat Elektronik Pandangan berbeda disampaikan oleh Hadyan Ahmad Farizi, pengguna Polytron Fox R lansiran 2024. Hadyan mengaku belum berniat menjual motornya. Kalaupun nanti ingin berganti unit, ia menegaskan tidak akan kembali ke motor berbahan bakar bensin. “Buat sekarang belum sih. Kalau pun mau dijual lagi, mau upgrade ke motor listrik lain, tetap sudah enggak ingin bensin lagi. Penasaran sama Omoway yang ada stabilizer-nya,” kata Hadyan. Jika suatu saat harus menjual unitnya, Hadyan memilih memanfaatkan platform jual beli secara mandiri. “Biasa jual di OLX atau Facebook paling. Gak masalah, sudah expect bakal drop juga (harganya). Jadi mindset-nya kayak barang elektronik saja, dipakai sampai rusak,” kata Hadyan. Kalau misal dijual sendiri, Hadyan punya ekspektasi motornya yang baru dipakai dua tahunan itu dibanderol Rp 10 juta sampai Rp 11 juta. Paling jatuh di angka Rp 8 juta. Sementara di pasaran, Polytron Fox R dibanderol mulai Rp 10 jutaan. Ternyata tidak begitu turun harganya mengingat model ini jadi favorit untuk para pengguna motor listrik. Motor listrik untuk pemakaian sehari-hari