Populasi sepeda motor listrik bekas di pasaran Tanah Air memang belum sebanyak motor konvensional bermesin bensin. Mengingat keberadaannya yang belum genap satu dekade, diler kendaraan bekas umum pun masih amat jarang menyediakan unitnya. Saat ini, lokasi perburuan motor listrik bekas masih terbatas pada grup komunitas pengguna, bengkel spesialis, serta platform marketplace online. Meski pilihannya belum melimpah, unit bekasnya ternyata ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau, bahkan bisa didapatkan mulai Rp 5 jutaan. Unit Murah Hernest, pemilik bengkel spesialis Battery Electric Motion di Bogor, menjelaskan bahwa ketersediaan motor listrik bekas berharga miring sering kali berasal dari pemilik yang enggan menanggung biaya perbaikan komponen. Motor listrik bekas Model dengan desain Vespa-look seperti Uwinfly T3 kerap datang ke bengkel dalam kondisi baterai bawaan berjenis Sealed Lead-Acid (SLA) yang sudah mati atau kembung. Saat dihadapkan pada pilihan upgrade ke baterai lithium senilai Rp 4,5 juta atau mengganti baterai SLA baru seharga Rp 2,5 juta, beberapa pemilik memilih untuk menjual unitnya ke bengkel. “Biasanya kalau dalam kondisi mati, saya hargai di bawah Rp 2,5 juta. Setelah diperbaiki baterainya, motor bisa dijual kembali di kisaran Rp 6 juta sampai Rp 7 juta. Kalau konsumen mau beli kondisi mati atau bahan apa adanya, tentu harganya bisa lebih murah,” ujar Hernest kepada Kompas.com, Senin (21/9/2026). Selain menyediakan unit yang membutuhkan perbaikan, Hernest juga menjual motor listrik bekas berkondisi sehat dan siap pakai. “Kemarin saya sempat jual Indomobil Emotor Tyranno keluaran 2025 kondisi mulus. Beli di harga Rp 22,5 juta lalu dijual Rp 23,5 juta, ambil untung Rp 1 juta. Kalau Alva Cervo keluaran 2024, marginnya sekitar Rp 2,5 juta karena unit sehat tanpa masalah,” kata Hernest. Model Populer dan Varian Premium Sementara itu, Abdullah, pemilik bengkel Dolland Motor Electric di Kalimalang, mengungkapkan bahwa daya serap pasar motor listrik bekas sangat bergantung pada rentang harga beli. Motor listrik bekas Menurutnya, unit yang dibanderol di bawah Rp 10 juta menjadi model yang paling cepat berpindah tangan karena dinilai ideal bagi konsumen yang baru ingin mencoba kendaraan listrik. “Yang paling laku saat ini Polytron Fox R, Fox 350, atau model Yadea seperti T9. Pokoknya yang harganya di bawah Rp 10 juta paling enak untuk dijual. Kalau di atas Rp 10 juta, konsumen masih berpikir dua kali, kecuali mereka yang benar-benar siap beralih ke motor listrik,” kata Abdullah kepada Kompas.com. Untuk segmen premium atau flagship, Abdullah saat ini juga menyimpan stok Polytron Fox 500 bekas. Model tertinggi dari pabrikan Polytron ini memiliki ceruk pasar tersendiri dengan harga pasaran yang masih cukup tinggi. Motor listrik bekas “Pasarannya untuk Polytron Fox 500 bekas masih di angka Rp 30 juta sampai Rp 33 juta. Kalau yang menawar sadis biasanya di rentang Rp 25 juta sampai Rp 28 juta. Ini untuk skema sewa baterai, kalau yang baterai hak milik harganya tentu lebih mahal,” kata Abdullah. Jadi buat motor listrik bekas, sebenarnya ada banyak di pasaran, harganya juga bervariatif, dari di bawah Rp 5 juta sampai puluhan juta rupiah. Hanya saja mencarinya masih di tempat yang terbatas seperti grup komunitas sampai bengkel spesialis.