Edukasi pasar sepeda motor listrik di Indonesia dinilai perlu mengubah arah strategi pemasarannya. Produsen diminta tidak lagi sekadar menjual narasi kecanggihan teknologi ramah lingkungan atau janji penghematan biaya dalam jangka panjang. Pengamat Otomotif Yannes Martinus menjelaskan, karakter calon pembeli motor listrik sangat berbeda secara mendasar jika dibandingkan dengan konsumen mobil listrik yang cenderung lebih mapan secara finansial. Perbandingan Gesits G1 vs ALVA N3 "Motor listrik harus menawarkan keunggulan ekonomi yang benar-benar terasa sejak DP dan cicilan pertama, bukan sekadar penghematan listrik jangka panjang," ujar Yannes saat dihubungi Kompas.com, Kamis (20/8/2026). Sensitif DP dan Nilai Jual Kembali Yannes menyebutkan, mayoritas pengguna sepeda motor di Indonesia berasal dari segmen masyarakat menengah ke bawah. Bagi kelompok ini, faktor pengeluaran di awal pembelian jauh lebih menentukan keputusan transaksi ketimbang kalkulasi efisiensi biaya operasional di masa depan. "Sementara motor adalah kendaraan utama bagi kelompok menengah bawah dan sering sekaligus menjadi alat mencari nafkah, sehingga konsumen jauh lebih sensitif terhadap harga beli awal, cicilan, keandalan, serta nilai jual kembalinya," kata Yannes. Pertimbangan finansial yang ketat ini membuat konsumen tidak ingin berspekulasi membeli kendaraan yang berisiko membebani angsuran bulanan. Selain itu, kekhawatiran akan depresiasi harga saat dijual kembali juga menjadi tembok penghalang yang cukup tebal bagi penetrasi motor listrik. Tantangan Menurut Yannes, tantangan terbesar industri kendaraan roda dua berbasis baterai saat ini bukan lagi soal memperkenalkan teknologi baru, melainkan meyakinkan pengguna motor bensin konvensional mengenai kepraktisan penggunaan harian. Produsen dituntut harus bisa memberi jaminan purna jual serta kemudahan perawatan yang setara dengan kendaraan bermesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE). "Tetapi membuktikan bahwa motor listrik tersebut sama praktis, aman, mudah diperbaiki, dan lebih ekonomis dibanding motor bensin," pungkas Yannes.