Charger menjadi salah satu perangkat penting dalam pengisian daya motor listrik. Karena digunakan berulang kali, kondisi charger perlu diperhatikan agar tetap berfungsi dengan baik. Lantas, apa saja ciri-ciri charger motor listrik rusak dan kapan pengguna sebaiknya berhenti menggunakannya? Hernest, pemilik bengkel Bogor Battery Electric Motion (BEMo), mengatakan pengguna bisa mengecek terlebih dahulu bagian charger yang mengalami panas berlebih. "Jadi kalau kita bicara cepat panas itu, kita bisa anggap ya, dianggap dulu lah, diasumsikan bahwa itu ada masalah di konektornya. Baik itu di baterainya maupun di chargernya. Nah sekarang kita cek dulu nih panasnya di sebelah mana," kata Hernest kepada Kompas.com, Senin (21/9/2026). Menurut dia, panas berlebih pada bagian adaptor bisa menunjukkan adanya beban kerja yang tidak normal pada charger. Motor Listrik United T1800 "Jadi kalau misalnya kita bicara di adapter, di kotaknya itu lah. Jadi normalnya itu, angetnya ya kita bisa merasakan anget normal sama anget yang panas ya. Jadi kalau kita pegang itu terlalu panas, berarti si charger ini ada impact dari pekerjaan yang menguras energi si charger," katanya. Salah satu penyebabnya bisa berasal dari kondisi baterai yang sudah menurun. "Biasanya apa? Satu, bisa saja karena baterainya sudah drop. Sehingga si charger yang ngasih arus tapi di sananya tidak terima. Jadi dia akhirnya stagnan, mungkin terima arus tapi sedikit," kata Hernest. Tanda berikutnya bisa dilihat dari kipas pendingin pada charger. Kipas berfungsi membantu menjaga suhu komponen di dalam charger agar tidak terlalu panas. "Setiap charger itu lebih dari 5A biasanya sudah ada kipas. Nah kipasnya itu mati atau tidak. Kalau mati berarti charger rusak," ucap Hernest. Selain kondisi fisik, indikator lampu pada charger juga bisa menjadi petunjuk adanya masalah. Dalam kondisi normal, lampu indikator akan berubah sesuai proses pengisian baterai. "Kalau mengisi kan begini, lampu itu kan warnanya hijau. Kemudian ketika kita colok ke motornya, lampunya akan berubah menjadi merah. Merah itu tandanya lagi mengisi. Tapi ketika penuh dia akan hijau lagi," kata Hernest. Namun, kondisi berbeda perlu diperhatikan jika indikator menunjukkan baterai penuh, padahal baterai motor masih kosong. "Pas di-charge itu hijau, dicolok ke colokan rumah hijau, kemudian pas kita colokin motornya hijau. Tapi berarti kan harusnya penuh, tapi motornya baterainya nol. Nah berarti masalah nih chargernya," kata Hernest. Lampu indikator yang terus berkedip atau blinking juga menjadi salah satu tanda yang perlu diperiksa.