Gejala awal engine mounting rusak umumnya sudah bisa dikenali dari getaran berlebih di kabin saat idle, bunyi tidak wajar saat mobil berjalan, hingga perpindahan gigi yang terasa kasar akibat dudukan mesin tidak lagi meredam getaran dengan optimal. Kondisi ini biasanya dipicu karet mounting yang mulai getas, robek, atau kehilangan elastisitas sehingga getaran mesin langsung tersalur ke rangka kendaraan tanpa peredaman. Menurut Bagus Ihsan, penanggung jawab bengkel Abadi Auto spesialis kaki-kaki di Bandung, gejala paling mudah dikenali adalah getaran yang terasa jelas meski mobil dalam kondisi diam. “Kalau engine mounting mulai lemah, getaran mesin itu juga bisa langsung terasa ke kabin waktu berhenti di lampu merah posisi netral,” jelasnya. Selain itu, munculnya bunyi seperti ketukan dari ruang mesin juga jadi indikasi kuat adanya masalah pada komponen ini. Bagus juga menyebut bahwa suara tersebut biasanya muncul saat mobil melewati jalan tidak rata atau ketika terjadi perubahan beban mesin. “Biasanya ada bunyi klotok atau jeduk waktu lewat jalan rusak atau polisi tidur karena mesin tidak lagi tertahan dengan baik,” ujarnya. Gejala lain yang sering muncul adalah hentakan saat akselerasi atau deselerasi, terutama pada mobil dengan transmisi otomatis.