Penggunaan charger menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pemilik sepeda motor listrik. Pasalnya, penggunaan charger yang tidak sesuai atau pemasangan konektor yang kurang tepat dapat membuat komponen panas hingga berisiko terbakar. Alfian, Pemilik bengkel motor listrik AD, mengatakan, salah satu penyebab motor listrik terbakar dapat berasal dari konektor charger yang tidak terpasang dengan kencang. "Jadi kalau kita colokan baterai itu kurang kencang. Itu biasanya kan bikin agak ada ruang. Jadi dia kurang kencang itu bikin konektornya panas. Ya biasanya meleleh, kalau enggak meleleh dia terbakar," kata Alfian kepada Kompas.com, belum lama ini. Selain pemasangan konektor, penggunaan charger yang tidak sesuai dengan spesifikasi motor listrik juga perlu diperhatikan. Tempat mengecas motor listrik atau SPKLU dengan fitur fast charging di PLN KS Tubun "Charger atau karena penggunaan charger yang tidak sesuai. Katakanlah ini sebenarnya motornya itu enggak support sama fast charge, tapi kita paksakan pakai fast charge. Jadinya itu kan over, baterainya jadi panas. Itu yang bikin terbakar," kata Alfian. Hal serupa disampaikan Abdul. Penggunaan charger dengan kemampuan arus yang tidak sesuai dengan kebutuhan kendaraan dapat membuat panas muncul lebih cepat. "Atau charger-nya juga charger yang tidak sesuai. Misalkan kemampuannya 20 ampere, dipasangkan yang 50 ampere. Sehingga, timbul panas lebih cepat," ucap Abdul. Karena itu, pengguna disarankan tidak sembarangan mengganti charger atau melakukan modifikasi sistem pengisian daya. Menurut Abdul, sebagian kasus kebakaran yang terjadi di lingkungan pengguna motor listrik justru berkaitan dengan kelalaian dalam memastikan kondisi perangkat. "Sudah tahu soket charger kita, baik yang di motor maupun yang di charger, sudah mulai kendur. Tapi kita diamkan, kita biarkan saja. Ternyata itu pemicunya," kata Abdul.