Motor listrik yang terbakar ketika sedang melakukan pengisian daya menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai pemilik kendaraan listrik. Kondisi tersebut dapat terjadi pada baterai lithium yang mengalami masalah ketika proses pengisian berlangsung. Mohamad Rifki Rabani, punggawa bengkel spesialis motor listrik STB EV, di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, mengatakan, baterai lithium memiliki karakter berbeda dengan baterai SLA ketika mengalami masalah. "Lagi dicas, terbakar? Nah, kemungkinan overcharging. Nah, itu biasanya baterainya lithium," kata Rifki, saat dihubungi Kompas.com. belum lama ini. Motor listrik bekas Menurut Rifki, baterai SLA umumnya hanya mengalami pembengkakan ketika bermasalah dan relatif jarang sampai terbakar. "Kalau jenis SLA jarang sih, paling gembung doang, enggak sampai kebakar kalau SLA," ujar Rifki. BMS Gagal Melakukan Cut-off Salah satu komponen penting dalam sistem baterai motor listrik adalah battery management system (BMS). Komponen ini memiliki fungsi untuk mengatur dan memantau kondisi baterai, termasuk ketika proses pengisian daya berlangsung. Rifki menjelaskan, salah satu kondisi yang perlu diperhatikan adalah ketika baterai terus menerima pengisian meski kapasitasnya sudah penuh. Battery Management System (BMS) pada motor listrik "Jadi, tidak balance, jadi ngecas terus, BMS-nya enggak cut off ketika sudah penuh," kata Rifki. Ketika fungsi pemutusan arus atau cut-off tidak bekerja, baterai dapat terus menerima daya. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai pada baterai lithium. Karena itu, pemilik motor listrik perlu memperhatikan kondisi baterai sekaligus sistem pengaman yang bekerja di dalamnya. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada charger, tetapi juga BMS dan kondisi fisik baterai, terutama jika kendaraan mulai menunjukkan gejala yang tidak normal.