Kebakaran pada motor listrik membutuhkan perhatian khusus, terutama jika api sudah merambat ke baterai. Karakter kebakaran baterai lithium-ion berbeda dibandingkan sumber api biasa. Menurut Abdul, pemilik bengkel spesialis motor listrik Dolland Motor Electric, di bilangan Bekasi, Jawa Barat, baterai lithium-ion dapat mengalami peningkatan panas sebelum kemudian mengeluarkan api dengan semburan yang besar. ilustrasi sepeda motor terbakar "Kalau SLA biasanya hanya meledak, selesai. Kalau lithium-ion itu biasanya pertama panas mengembang, kemudian mengeluarkan api yang semburannya hebat," ujar Abdul, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Api Baterai Sulit Dipadamkan Kondisi tersebut membuat kebakaran pada baterai lithium-ion menjadi lebih sulit ditangani. Api juga dapat kembali muncul apabila sumber panas pada baterai belum benar-benar teratasi. "Ketika baterai itu terbakar, apinya sangat-sangat sulit dipadamkan," kata Abdul. Motor listrik Yamaha JOG E meluncur di Jepang pada Juli 2026 Abdul mengatakan terdapat alat pemadam yang memang ditujukan untuk menangani kebakaran baterai lithium. "Iya. Ada pemadamnya sendiri, APAR-nya sendiri untuk lithium," ujar Abdul. Namun, menurut dia, ketersediaan perangkat tersebut masih menjadi persoalan bagi pengguna motor listrik karena harganya relatif mahal. "Kalau ada APAR-nya masih bisa dipadamkan, tapi untuk saat ini APAR-nya saja dijual mahal sekali. Tidak mungkin setiap pengguna motor listrik punya itu karena keterbatasan biaya," kata Abdul. Karena itu, pencegahan menjadi hal penting. Pemilik perlu memastikan sistem pengisian, konektor, kabel, dan komponen baterai berada dalam kondisi baik sebelum melakukan pengisian daya.