Insiden mobil terbakar sebenarnya kejadian yang bisa dihindari selama kendaraan dirawat dengan baik. Kendati demikian, masih ada pemilik mobil yang kurang teliti dalam melakukan perawatan berkala. Kebiasaan jarang melakukan servis di bengkel resmi atau sekadar mengakal-akali komponen yang rusak tanpa pemeriksaan mendalam sering kali membuat pemilik tidak mengetahui kondisi mobilnya secara menyeluruh. Padahal, pemicu kebakaran umumnya berasal dari hal sederhana, seperti saluran bahan bakar yang sudah getas hingga korsleting akibat kabel terkelupas. Tim Damkar Pamekasan melakukan pemadaman api saat Mobil Timur M 1612 VC terbakar hebat di Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (26/6/2026). Pemeriksaan Menyeluruh di Bengkel Resmi Sapta Agung Nugraha, Service Head Auto2000 Cilandak, menjelaskan bahwa perawatan rutin secara menyeluruh di bengkel resmi menjadi kunci utama untuk menekan risiko terjadinya kebakaran pada kendaraan. “Untuk pelanggan-pelanggan atau pengguna kendaraan itu mesti balik lagi kepada bengkel ya, yang diharapkan sih bengkel resmi. Karena dengan begitu kendaraan akan totally dicek, bukan hanya di-tune up saja,” ujar Sapta kepada Kompas.com, belum lama ini. Melalui servis berkala, seluruh jalur suplai bahan bakar akan diperiksa secara terperinci oleh teknisi guna mengantisipasi bahaya kebocoran. “Jadi kendaraan tentunya akan dicek. Dari mulai saluran bahan bakarnya, dari mulai intake, pemasukan bahan bakar, kita akan cek semuanya. Potensi-potensi mana yang dia sudah getas atau salurannya sudah mulai ada bocor, nanti bisa disampaikan, kita akan ganti. Selama servis berkala kita akan dicek semuanya,” kata Sapta. Pengecekan Komputerisasi Mobil Modern, Hybrid, dan EV Selain komponen mekanis, sistem kelistrikan pada lini kendaraan modern saat ini menuntut pemeriksaan khusus menggunakan perangkat pemindai digital. “Apalagi kendaraan sekarang basisnya sudah elektronik, semua komputer, colok. Nanti akan kelihatan di sensor-sensor atau area mana yang sebenarnya dia sudah lemah,” tutur Sapta. Pemeriksaan komprehensif ini juga mencakup jajaran kendaraan ramah lingkungan, baik bermesin hibrida (hybrid) maupun listrik berbasis baterai (EV). “Termasuk untuk kendaraan-kendaraan hybrid dan EV, kita juga bisa berikan pengecekan atas kondisi elektrikalnya, termasuk kondisi dari baterainya. Bukan hanya baterai utama, tetapi baterai kecil,” ucapnya.