Baterai menjadi salah satu bagian penting pada mobil listrik yang perlu mendapat perhatian ketika kendaraan mengalami kebakaran. Jika api berasal dari baterai, proses pemadamannya perlu dilakukan dengan cara yang tepat untuk mencegah api kembali menyala. Kondisi tersebut berkaitan dengan thermal runaway, ketika kerusakan pada satu sel baterai memicu peningkatan suhu dan dapat merambat ke sel di sekitarnya. CEO PT Famindo Alfa Spektrum Teknologi, Willy Hadiwijaya, mengatakan, proses pemadaman baterai mobil listrik tidak hanya bertujuan menghilangkan api, tetapi juga menurunkan suhu baterai untuk mencegah terjadinya penyalaan kembali atau re-ignition. "Kebakaran dari battery lithium biasa disebabkan oleh satu cell yang rusak atau defect dan mengalami thermal runaway. Karena thermal runaway ini panas sekali, start dari 1.000 C, maka teman-teman cell yang berdekatan akan mengalami thermal runaway juga," kata Willy kepada Kompas.com, Jumat (11/9/2026). APAR khusus kendaraan listrik memiliki komposisi yang berbeda dengan APAR pada umumnya Menurutnya, media pemadam perlu diarahkan ke bagian baterai yang rusak atau terbuka agar dapat masuk ke battery compartment dan membantu mendinginkan sel baterai lainnya. "Jika mobil listrik terbakar bersumber dari battery, perlu diidentifikasi di mana battery compartment terekspos atau rusak, yaitu semburan dari api seperti gas," katanya. "Dengan menggunakan APAR Lithium Fire Killer (LFK), tembak kepada titik api yang keluar seperti gas, berharap agar media bisa masuk ke dalam battery compartment yang sudah rusak dan mendinginkan battery lainnya supaya tidak ada propagasi cell lanjutan," lanjutnya. Willy juga mengatakan, APAR Lithium Fire Killer (LFK) menggunakan media berbasis air (water-based) sebagai cooling agent untuk membantu menurunkan suhu baterai dan mengurangi risiko api kembali menyala. "APAR yang paling tepat untuk memadamkan baterai adalah menggunakan Hartindo AF31 Lithium Fire Killer dengan media water-based chemical yang memiliki kemampuan cooling agent untuk terus menurunkan suhu secara ekstrem supaya tidak terjadi re-ignition (penyalaan ulang)," katanya. Meski APAR dapat digunakan untuk menangani kebakaran pada tahap awal, alat tersebut memiliki keterbatasan. "Namun tentunya sifatnya APAR adalah hanya dapat memadamkan api permulaan yang belum terlalu besar. Jika api sudah besar tetap harus mengutamakan evakuasi dan menunggu pertolongan damkar," katanya. Karena itu, ketika kebakaran mobil listrik sudah membesar, segera menjauh dari kendaraan dan menunggu penanganan petugas pemadam kebakaran. Penggunaan APAR hanya dilakukan apabila kondisi masih memungkinkan dan pengguna memiliki akses yang aman untuk melakukan pemadaman.