Jenis baterai menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika memilih mobil listrik. Selain kapasitas dan jarak tempuh, karakteristik kimia baterai juga berkaitan dengan aspek keselamatan kendaraan. Dua jenis baterai yang banyak digunakan pada mobil listrik saat ini adalah Nickel Manganese Cobalt (NMC) dan Lithium Iron Phosphate (LFP). Keduanya memiliki material kimia dan karakteristik yang berbeda, termasuk ketika menghadapi temperatur tinggi. Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, mengatakan LFP memiliki karakteristik yang lebih aman dibandingkan NMC dari sisi keselamatan. "Tidak ada yang aman kalau mobil listrik terbakar. Kita hanya punya waktu 5 detik untuk kabur sebelum mobil benar-benar terbakar. Tapi yang paling aman saat ini adalah LFP dari fitur keamanannya dan karakteristiknya jauh lebih aman dari NMC," kata Yogig, kepada Kompas.com, Kamis (17/9/2026). Hal serupa dijelaskan Raihan Wiradibrata, R&D Engineer Gotion. Menurut dia, perbedaan karakteristik material antara NMC dan LFP berpengaruh ketika baterai berada dalam kondisi suhu tinggi. NMC Melepaskan Oksigen Raihan menjelaskan, pada kondisi suhu tinggi, material NMC dapat melepaskan oksigen yang berpotensi memperparah proses pembakaran. Sementara itu, struktur LFP mampu menahan ikatan oksigennya dengan lebih kuat. Karakteristik tersebut membuat LFP memiliki stabilitas termal yang lebih baik ketika menghadapi temperatur tinggi. Baterai mobil listrik Toyota bZ4X. Raihan juga menceritakan pengujian yang pernah dilakukan di lingkungan pabrik untuk melihat respons sel baterai ketika mengalami kerusakan atau dipanaskan. "Kalau dicolok (ditusuk) itu cuma berasap saja. Kami pernah coba di pabrik, dibakar pakai bensin atau dicolok itu cuma berasap, bukan yang meledak atau menyembur api," kata Raihan. Namun, kondisi tersebut merupakan gambaran pada tingkat sel baterai. Ketika baterai digunakan pada kendaraan, sel-sel tersebut tidak berdiri sendiri. Sel baterai dirangkai menjadi modul dan kemudian menjadi satu kesatuan battery pack yang dilengkapi berbagai komponen pendukung. Banyak Faktor Menurut Raihan, perbedaan karakteristik antara NMC dan LFP tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk menilai keselamatan sebuah mobil listrik. Pasalnya, ketika sel baterai sudah dirangkai menjadi battery pack, terdapat banyak komponen lain yang ikut menentukan bagaimana baterai merespons ketika mengalami gangguan.