Video kecelakaan mobil Subaru yang terbakar usai menabrak truk di ruas Tol Serpong-Cinere sempat ramai beredar di media sosial. Insiden tersebut kembali menjadi pengingat bagi pengguna jalan tol untuk selalu menjaga kendali kendaraan, terutama saat melaju dalam kecepatan tinggi. Dalam video yang diunggah akun Instagram @seputartangsel, terlihat sebuah truk terguling di sisi kiri jalan tol. Sementara itu, mobil Subaru berada di sisi kanan jalan dalam kondisi terbakar dengan asap hitam yang membumbung tinggi. Kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu (30/8/2026) pagi. Kasatlantas Polres Tangerang Selatan AKP Dany menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi, truk sedang melaju di lajur kiri. Mobil Subaru kemudian menabrak bagian kanan belakang truk tersebut. "Yang Subarunya oleng ke kanan nabrak pembatas jalan di kanan hingga terbakar," ujar Dany kepada . Dany menduga kecelakaan tersebut terjadi karena pengemudi Subaru kehilangan kendali saat melintas di jalan tol. Hilang Kendali Jadi Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol Kecelakaan yang melibatkan kendaraan dengan kecepatan tinggi sering kali dipicu oleh faktor pengemudi yang tidak mampu mengantisipasi kondisi di sekitar. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, perbedaan kecepatan antar kendaraan menjadi salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya kecelakaan di jalan tol. Ilustrasi berkendara di jalan lurus "Hampir pasti, tabrakan terjadi salah satunya adalah ketidakselarasan kecepatan kendaraan satu dengan lainnya. Itu kenapa ada aturan kecepatan sesuaikan lajurnya," ujar Sony, kepada Kompas.com, Senin (31/8/2026). Menurut Sony, masih banyak pengemudi yang menggunakan lajur tidak sesuai peruntukannya atau menjadi lane hogger. Kondisi tersebut dapat membuat kendaraan lain mengambil risiko saat melakukan manuver mendahului. "Banyak sekali pengemudi menjadi lane hogger (penyebab kecelakaan) sehingga ketika ada yang harus menyusul banyak yang lewat lajur kiri, sementara di kiri kecepatannya rata-rata under 60 km per jam," kata Sony. Pengguna Jalan Tol Diminta Jaga Kecepatan dan Jarak Aman Sony menjelaskan, berkendara di jalan raya membutuhkan kemampuan membaca situasi yang berbeda dibandingkan berkendara di lintasan balap. Menurutnya, pengemudi perlu menjaga emosi, jarak aman, serta kecepatan agar tetap bisa mengendalikan kendaraan ketika menghadapi kondisi tidak terduga. "Jadi secara skill berkendara di lalu lintas sini lebih kompleks dibandingkan di sirkuit, butuh jaga emosi, jarak aman, dan kecepatan. Dan itu yang mengontrol adalah akal sehat," ujar Sony. Kejadian Subaru terbakar di Tol Serpong-Cinere menjadi pengingat bahwa kemampuan mengendalikan kendaraan menjadi faktor penting dalam keselamatan berkendara. Pengguna jalan tol diimbau tidak hanya fokus pada kecepatan, tetapi juga memperhatikan batas kemampuan kendaraan, kondisi lalu lintas, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.