Hyundai Ioniq 6 terbakar di Jalan Letjen S. Parman, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (12/9/2026) pagi. Peristiwa tersebut menarik perhatian pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi. Video Hyundai Ioniq 6 terbakar kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, mobil listrik terlihat dalam kondisi sudah terbakar di sisi jalan. Head of Brand Interactive Hyundai Motors Indonesia Rouli Sijabat, mengatakan, Hyundai Motors Indonesia telah berkoordinasi dengan pelanggan serta pihak terkait untuk menindaklanjuti kejadian tersebut. "Hyundai Motors Indonesia turut prihatin atas insiden yang terjadi pada kendaraan pelanggan. Kami juga mengapresiasi respons cepat aparat dan pihak terkait dalam menangani situasi tersebut. Saat ini, tim Hyundai telah berkoordinasi dengan pelanggan serta pihak terkait, dan akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk memahami kronologi dan penyebab kejadian tersebut," kata Rouli, kepada Kompas.com, Jumat (11/9/2026). Hyundai Ioniq 6 terbakar Kemungkinan penyebab Sementara itu, Mahaendra Gofar, Pendiri EV Safe sekaligus dosen National Battery Research Institute, mengatakan, dari berita, mobil ini menabrak separator busway, jadi kemungkinan besar kerusakan terjadi di bagian depan dan bawah kendaraan. “Baterai pada EV biasanya ditempatkan sebagai struktur lantai bawah dengan pelindung casing dan crash structure di sekelilingnya. Jadi umumnya cukup tangguh menahan benturan frontal ringan-sedang,” ucapnya kepada Kompas.com, Jumat (11/9/2026). Ia juga mengatakan, benturan dengan obyek keras seperti separator beton yang mengenai sisi bawah atau samping kendaraan tetap membawa risiko lebih tinggi karena area tersebut paling dekat dengan posisi baterai. “Ioniq 6 juga termasuk yang mempunyai tingkat proteksi tinggi untuk tabrakan. Karena saya tidak menemukan foto kecelakaan sebelum terbakar, saya hanya bisa menduga bahwa tabrakan tersebut menyebabkan kerusakan pada baterai,” ucapnya. “Berdasarkan keterangan Damkar, muncul percikan api dulu sebelum api membesar. Pola ini konsisten dengan kabel atau modul kelistrikan bertegangan tinggi termasuk baterai yang rusak akibat benturan, memicu arcing ata short-circuit, yang kemudian memicu thermal runaway pada baterai,” lanjutnya. Menurutnya, karakter separator beton menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena berbeda dengan benturan terhadap permukaan jalan yang relatif lebih umum. “Konteks untuk kasus Slipi yang membuat benturan ke separator beton berbeda dari lubang jalan atau polisi tidur adalah energi dan bentuk obyeknya, separator itu keras, kaku, dan bersudut, sehingga bisa menembus lebih dari satu lapisan pelindung sekaligus jika benturannya cukup keras dan tepat mengenai sisi bawah atau samping struktur baterai,” ucapnya.