Risiko kebakaran pada mobil listrik setelah mengalami kecelakaan dapat dipengaruhi oleh lokasi dan jenis benturan yang terjadi. Hal ini berkaitan dengan posisi baterai yang umumnya ditempatkan di bagian bawah kendaraan dan dilindungi oleh berbagai struktur keselamatan. Mahaendra Gofar, Pendiri EV Safe, mengatakan, benturan yang mengenai area bawah atau sisi kendaraan di sekitar baterai tetap memiliki risiko yang perlu diperhatikan karena lokasinya lebih dekat dengan battery pack. “Baterai pada EV biasanya ditempatkan sebagai struktur lantai bawah dengan pelindung casing dan crash structure di sekelilingnya. Jadi umumnya cukup tangguh menahan benturan frontal ringan-sedang. Tapi benturan ke objek keras seperti separator beton yang mengenai sisi bawah atau samping kendaraan tetap membawa risiko lebih tinggi karena area itu paling dekat dengan posisi baterai,” katanya kepada Kompas.com, Jumat (11/9/2026). Menurutnya, lokasi benturan menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah baterai berpotensi mengalami kerusakan setelah kecelakaan. Kebakaran BYD Seal di Tol Jakarta-Cikampek masih diselidiki. Polisi mengungkap detik-detik sebelum api melalap kendaraan. “Makanya misalnya kecelakaan BYD M6 minggu lalu yang menabrak tiang listrik tidak memicu kebakaran walaupun depannya hancur,” katanya. Pada kecelakaan dari arah depan maupun belakang, baterai tidak langsung menjadi bagian yang langsung menerima energi benturan. “Biasanya tabrakan frontal atau belakang tidak akan menyentuh battery pack karena ada crumple zone atau zona deformasi yang akan menyerap energi dari tabrakan untuk melindungi kabin penumpang dan baterai yang terletak dibawah kabin penumpang,” ucapnya. Namun, benturan keras tetap dapat merusak baterai, tergantung lokasi dan tingkat benturannya. Sementara pada sisi kendaraan, zona deformasi juga lebih terbatas, sementara battery pack umumnya berada di bawah kabin. “Tabrakan samping juga mempunyai proteksi tapi crumple zonenya tidak sebanyak depan atau belakang,” ucapnya. Karena itu, benturan samping, terutama yang mengenai bagian bawah atau dekat battery pack, perlu diperhatikan. Begitu juga benturan dengan benda keras dari arah bawah yang dapat memberikan tekanan langsung pada pelindung baterai. Untuk mengurangi risiko kerusakan, battery pack tidak hanya dilindungi casing, tetapi juga dilengkapi sejumlah struktur tambahan untuk meredam benturan. “Lapisan perlindungan baterai dari benturan bawah atau underbody impact, juga ada, antara lain, skid plate atau underbody shield, battery case atau enclosure bertingkat, yaitu lapisan atas-bawah plus rangka internal yang berfungsi menyerap dan menyebarkan energi benturan sebelum mencapai sel baterai di dalamnya,” katanya. Selain itu, ada battery support structure atau cross-member yang membantu mengalihkan energi benturan dari sel baterai. “Dan juga adanya struktur ‘sacrificial’ di sekitar baterai, elemen bodi atau chassis yang memang didesain untuk berdeformasi lebih dulu sebelum gaya benturan sampai ke casing baterai, konsepnya mirip crumple zone di bagian depan mobil, tapi diaplikasikan untuk melindungi area bawah atau tengah kendaraan,” katanya. Jadi, risiko kebakaran mobil listrik setelah kecelakaan memang dapat dipengaruhi oleh lokasi dan jenis benturan, tetapi bukan berarti setiap kecelakaan yang mengenai bagian tertentu akan langsung menyebabkan kebakaran.