Mobil listrik menggunakan baterai sebagai sumber energi utama untuk menggerakkan kendaraan. Komponen tersebut umumnya ditempatkan di bagian bawah kendaraan sehingga berpotensi terkena dampak ketika mobil mengalami benturan keras. Dosen Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Toto Sukisno mengatakan, benturan pada mobil listrik dapat menyebabkan baterai mengalami kerusakan hingga memicu korsleting. "Ya, salah satunya karena baterainya. Baterai sebagai penyimpan muatan listrik saat terbentur akan mengalami kebakaran akibat korsleting," kata Toto kepada Kompas.com, Jumat (11/9/2026). Ilustrasi mobil terbakar Menurutnya, benturan keras dapat memengaruhi kondisi baterai dan sistem kelistrikan di dalam mobil. Ketika terjadi korsleting, energi listrik yang tersimpan di dalam baterai dapat memicu panas hingga menyebabkan kebakaran. Toto mengatakan, baterai yang mengalami benturan keras dapat menjadi pemicu kebakaran. Jika kebakaran terjadi, api tetap dapat dipadamkan, tetapi penanganannya tidak bisa dilakukan sembarangan. "Ya saat baterai terkena benturan keras akan menjadi pemicu kebakaran dapat dipadamkan tapi bukan dengan air," katanya. Menurut Toto, pemadaman menggunakan air membutuhkan jumlah yang besar. Ia menyarankan penggunaan cairan kimia yang sesuai untuk menangani kebakaran pada baterai mobil listrik. "Kalau dengan air tentu membutuhkan air dengan jumlah yang besar, lebih efektif dengan cairan kimia," katanya. Toto juga menyarankan penggunaan APAR lithium untuk kebakaran yang terjadi pada mobil listrik.