Pasar mobil listrik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang kian agresif sepanjang 2025. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) dari pabrik ke diler (wholesales) mencapai 103.931 unit. Angka tersebut melonjak 141 persen dari 43.188 unit di tahun lalu. Dengan hasil ini, kontribusi mobil listrik terhadap total penjualan mobil nasional menembus lebih dari 12 persen, menandakan adopsi kendaraan listrik murni semakin luas di Tanah Air. BYD M6 GJAW 2024 Lonjakan penjualan terkait sekaligus mempertegas pergeseran preferensi konsumen, seiring makin banyaknya pilihan produk, harga yang lebih kompetitif, serta dukungan infrastruktur dan kebijakan pemerintah terkait elektrifikasi kendaraan. Dari sisi merek, BYD tampil dominan dan menguasai posisi teratas daftar mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang 2025. BYD Atto 1 jadi model paling laku dengan penjualan mencapai 22.582 unit. Posisi ini diikuti BYD M6 dengan 10.862 unit dan BYD Sealion 7 yang mencatatkan 8.402 unit. Tak hanya itu, lini premium BYD melalui Denza D9 juga menunjukkan performa solid dengan penjualan 7.474 unit, memperlihatkan bahwa segmen MPV listrik kelas atas mulai mendapat tempat di pasar domestik. Persaingan di papan atas semakin ketat dengan kehadiran merek-merek baru. VinFast VF e34 menempati posisi kelima dengan 5.974 unit, diikuti Chery J6 yang membukukan penjualan 5.810 unit. PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) secara resmi telah menyelesaikan pembangunan fasilitas pabrik perakitan baru khusus kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat di bawah naungan PT National Assemblers, Selasa (10/6/2025). Wuling masih mempertahankan eksistensinya meski terpaksa harus turun takhta lewat BinguoEV dan Air EV, masing-masing dengan penjualan 4.213 unit dan 3.894 unit. Sementara itu, pemain lain seperti GAC Aion, Geely, hingga Jaecoo juga mulai menunjukkan taringnya. Aion V mencatat penjualan 3.087 unit, Geely EX5 mencapai 2.240 unit, dan Jaecoo J5 EV membukukan 1.663 unit sepanjang tahun. Menariknya, beberapa model yang lebih dulu dikenal publik justru mencatatkan penjualan relatif lebih rendah. Hyundai Kona EV tercatat terjual 836 unit, sementara Hyundai Ioniq 5 membukukan 779 unit pada periode yang sama. Meski demikian, produksi BEV di Indonesia sepanjang Januari-Desember 202 hanya sampai 24.727 unit, turun sekitar 4 persen dibandingkan 2024. Mengindisikan bahwa mayoritas mobil listrik saat ini masih impor. Berikut daftar mobil listrik terlaris di Indonesia 2025 1. BYD Atto 1: 22.582 unit2. BYD M6: 10.862 unit3. BYD Sealion 07: 8.402 unit4. Denza D9: 7.474 unit5. VinFast VF e34: 5.974 unit6. Chery J6: 5.810 unit7. Wuling BinguoEV: 4.213 unit8. Wuling Air EV: 3.894 unit9. VinFast VF5: 3.106 unit10. GAC Aion V: 3.087 unit11. BYD Atto 3: 2.991 unit12. Wuling Cloud EV: 2.312 unit13. Geely EX5: 2.240 unit14. Aion Hyptec HT: 1.914 unit15. VinFast VF 3: 1.772 unit16. Wuling Darion EV: 1.706 unit17. Chery Omoda E5: 1.404 unit18. Jaecoo J5 EV: 1.663 unit19. BYD Seal: 1.195 unit20. Aion UT: 1.087 unit Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang