Kebakaran motor listrik saat sedang melakukan pengisian daya masih menjadi salah satu kekhawatiran pengguna kendaraan listrik. Namun, motor listrik tidak serta-merta terbakar tanpa adanya pemicu. Kesalahan pemasangan komponen, modifikasi jalur baterai, hingga penggunaan charger yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko. Abdulah, pemilik bengkel spesialis motor listrik Dolland Motor Electric, mengatakan, modifikasi pada sistem kelistrikan utama menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai. "Kalau posisi lagi dicas kemudian terbakar, biasanya sebelumnya mungkin ada modifikasi-modifikasi dari motornya. Itu yang paling sering terjadi. Jadi, ada penambahan-penambahan perangkat di motor listriknya," kata Abdul, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. ilustrasi sepeda motor terbakar Modifikasi Jalur Baterai Abdul menjelaskan, modifikasi yang dimaksud bukan sekadar penambahan aksesori dengan sistem kelistrikan 12 volt, seperti lampu atau klakson. Risiko lebih besar muncul ketika pengguna mengubah jalur baterai atau sistem pengisian daya tanpa memperhatikan standar pemasangan. "Bukan yang kelistrikan 12V seperti lampu atau klakson dan lain-lain, tapi lebih ke arah memodifikasi jalur baterainya, diparalel, atau jalur casannya yang tidak tepat dipasang," ujar Abdul. Pemasangan kabel dan soket yang tidak tepat dapat menyebabkan panas berlebih. Kondisi tersebut kemudian berpotensi merusak lapisan pelindung kabel. Motor listrik United E-Motor "Kadang-kadang kita melihat motor listrik kelihatannya simpel, terus dimodifikasi sendiri. Dari situlah nanti timbul panas berlebih. Misalkan, pemasangannya kurang tepat, kurang kencang soket-soketnya. Sehingga, yang paling pertama kebakar mungkin bukan baterainya, tapi lebih ke arah kabelnya," kata Abdul. Soket Charger Longgar Selain modifikasi, kondisi soket charger juga perlu diperhatikan. Soket yang sudah kendur atau tidak terpasang dengan sempurna dapat menimbulkan percikan listrik. "Sehingga, timbul panas karena soketnya tidak menggigit dengan kuat," ujar Abdul. Fasilitas Boost Charger milik Alva Percikan kecil yang terjadi berulang dapat membuat bagian sekitar soket menjadi panas. Material pembungkus kabel kemudian bisa meleleh dan akhirnya terbakar. "Jadi, kalo di listrik itu sering ada yang namanya short, arus pendek gitu ya Jadi antar kuningannya atau soketnya itu, dia enggak terlalu menempel. Sehingga, ada percikan-percikan api, meskipun kecil ya itu yang menimbulkan panas. Meleleh dari situ, terbakar, baru merembet," kata Abdul. Charger Harus Sesuai Penggunaan charger yang tidak sesuai spesifikasi juga menjadi salah satu faktor yang disebut Abdul. Impresi berkendara tiga motor listrik baru VinFast di Indonesia, VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper "Atau charger-nya juga charger yang tidak sesuai. Misalkan kemampuannya 20 ampere, dipasangkan yang 50 ampere. Sehingga, timbul panas lebih cepat," ujar Abdul. Karena itu, pengguna disarankan tidak sembarangan mengganti charger atau melakukan modifikasi sistem pengisian daya. Menurut Abdul, sebagian kasus kebakaran yang terjadi di lingkungan pengguna motor listrik justru berkaitan dengan kelalaian dalam memastikan kondisi perangkat. "Sudah tahu soket charger kita, baik yang di motor maupun yang di charger, sudah mulai kendur. Tapi kita diamkan, kita biarkan saja. Ternyata itu pemicunya," ujar Abdul.