Kebakaran mobil merupakan salah satu insiden yang paling dihindari oleh setiap pemilik kendaraan. Tidak hanya merugikan secara materi, kebakaran mobil juga mengancam keselamatan jiwa. Sapta Agung Nugraha, Service Head Auto2000 Cilandak mengatakan, risiko kebakaran mobil dapat mengancam semua jenis kendaraan, baik yang menggunakan mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine / ICE) maupun kendaraan listrik (EV). "Sebagian besar kasus kebakaran mobil sebenarnya dapat diantisipasi jika pemilik mengenali faktor pemicu utamanya. Ada tiga penyebab utama kebakaran pada kendaraan yang wajib diwaspadai," katanya saat berkunjung langsung ke kantor redaksi Kompas.com, Kamis (10/9/2026). Kebocoran Saluran BBM Sapta mengatakan, yang menjadi faktor nomor satu penyebab kebakaran adalah kebocoran bahan bakar yang terkena bahan flammable (mudah terbakar). Situasi ini sangat berbahaya karena dapat memicu kebakaran. Ketika dia terkena panas, mulai ada oksigen, yang pasti akan kebakar. Hal itu biasanya terjadi karena kebocoran saluran bahan bakar. Adapun tanda dari kebocoran saluran bahan bakar biasanya bisa disadari apabila tercium aroma bensin. "Paling bisa kita amati banget itu kalau kita sudah merasakan adanya aroma-aroma dari bensin. Jadi baik itu ada di area depan kendaraan maupun di area belakang ketika pengisian BBM," katanya. Seiring bertambahnya usia kendaraan, selang atau karet saluran bahan bakar dapat menjadi getas dan memicu kebocoran. Selain faktor usia, keberadaan hewan pengerat seperti tikus yang kerap menggerogoti selang bensin juga memperbesar risiko ini. Korsleting Elektrikal Faktor kedua penyebab mobil kebakaran adalah korsleting kelistrikan yang menimbulkan percikan bunga api. Sebuah mobil terbakar di pertigaan Jalan Slagah, Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Baoak dan anak perempuan berhasil menyelamatkan diri dari peristiwa tersebut, Rabu (6/5/2026). Hal ini akibat hubungan arus pendek (short circuit). Sapta mengatakan, risiko ini sering ditemukan pada mobil berumur di mana pelindung kabel mulai kaku, terkelupas, atau getas. Modifikasi aksesori mobil yang salah juga bisa menyebabkan korsleting listrik pada mobil. "Selain itu, korsleting juga kerap dipicu oleh pemasangan aksesori tambahan seperti klakson, lampu, atau audio yang tidak standar," katanya. Sambungan kabel yang disambung secara asal, seperti teknik disuntik atau dililit tanpa shrink-head yang benar sangat berbahaya dan memicu percikan api. Masalah pada Aki Faktor yang ketiga adalah penggunaan kapasitas aki yang tidak sesuai dengan standar pabrikan, terutama jika berada di bawah atau di atas kapasitas. "Ketika di bawah standar, maka si aki ini akan bekerja keras maka dia akan cenderung panas. Ketika panas bisa saja kemudian akinya rusak, kemudian dia menggelembung. Dan ini bisa berpotensi menimbulkan percikan api," katanya. Sebaliknya, kapasitas aki yang di atas standar akan membuat alternator mobil rusak.