Baterai menjadi salah satu komponen terpenting pada motor listrik karena berfungsi sebagai sumber tenaga utama penggerak kendaraan. Saat ini, terdapat beberapa jenis baterai yang digunakan pada motor listrik, mulai dari Sealed Lead Acid (SLA), lithium-ion, hingga lithium iron phosphate (LiFePO4). Masing-masing memiliki karakteristik, kelebihan, serta usia pakai yang berbeda. Karena itu, pemilik motor listrik perlu memahami jenis baterai yang digunakan agar dapat menerapkan perawatan yang tepat. Tiga Jenis Baterai Alfian, pemilik bengkel motor listrik AD Service Solo, mengatakan secara umum terdapat tiga jenis baterai yang banyak digunakan pada motor listrik maupun sepeda listrik. Baterai motor listrik "Ada tiga tipe sebenarnya. Ada yang SLA, ada lithium-ion sama lithium-IV (LiFePO4)," kata Alfian saat ditemui Kompas.com, beberapa waktu lalu. Menurut dia, baterai lithium-ion dan LiFePO4 merupakan teknologi yang lebih modern dibandingkan baterai SLA. "Kalau yang paling modern itu lithium-ion sama lithium-IV. Itu yang istilahnya masa pakainya lebih panjang," ucapnya. Meski demikian, bukan berarti baterai jenis lithium sepenuhnya bebas dari masalah. Alfian menjelaskan, setelah digunakan sekitar 1,5 hingga dua tahun, beberapa sel pada baterai lithium bisa mulai mengalami penurunan performa. "Kalau yang lithium-IV itu misal rata-rata sudah pemakaian satu setengah atau dua tahun, pasti ada beberapa sel yang drop," kata dia. Sel Baterai Namun, kondisi tersebut tidak selalu mengharuskan pemilik mengganti satu paket baterai. Menurut Alfian, teknisi dapat memeriksa kondisi setiap sel baterai untuk mengetahui bagian yang mengalami kerusakan. "Itu bisa diperbaiki, bisa diganti. Jadi enggak harus semua ganti, tapi bisa dicek dulu. Bisa dicek satu-satu, ada baterai nomor berapa yang drop. Tidak harus ganti satu paket, itu kan mahal," ucapnya. Sementara itu, baterai SLA memerlukan perhatian lebih dalam hal perawatan. Alfian menyarankan pemilik melakukan pemeriksaan tegangan secara berkala agar setiap sel memiliki voltase yang seimbang dan tidak mengalami penurunan performa lebih cepat. Dengan memahami karakteristik masing-masing jenis baterai, pemilik motor listrik dapat memilih metode perawatan yang sesuai sehingga usia pakai baterai lebih panjang dan performa kendaraan tetap optimal.