Motor listrik merek Emmo bikin heboh. Penampakan motor listrik Emmo beredar di media sosial dan disebut-sebut menjadi motor operasional makan bergizi gratis (MBG).Diduga ada dua jenis motor listrik yang disiapkan. Pertama ada motor listrik bergaya offroad. Motor trail listrik itu adalah model Emmo JVX GT. Dikutip dari situs resminya, Emmo JVX GT adalah motor listrik adventure bertenaga hingga 7.000 W dengan jarak tempuh 70 km. Motor ini dirancang untuk segala medan, bisa dipacu di jalan raya maupun offroad. Jarak tempuh 70 km diklaim ideal untuk perjalanan harian maupun petualangan outdoor.Motor listrik ini dibekali baterai berkapasitas 72v 31Ah, kompatibel dua baterai dan mudah dilepas. Emmo mengklaim, JVX GT mendukung fast charging dengan pengisian dari 30 persen sampai 80 persen cuma butuh waktu 1 jam. Dikutip dari situs resminya, Emmo JVX GT dijual dengan harga Rp 56,8 juta. Tak cuma jenis motor trail, dalam video yang beredar ada juga yang menampilkan skuter listrik. Skuter listrik itu adalah model Emmo JHV Max. Dikutip dari situs resminya, Emmo JVH Max adalah skuter listrik modern untuk mobilitas perkotaan. Skuter listrik ini menawarkan kecepatan hingga 90 km/jam, jarak tempuh 70 km, serta baterai 72v 30Ah dengan fitur fast charging. Harganya mencapai Rp 48,8 juta, menurut situs resminya.Belum banyak yang tahu soal merek motor listrik Emmo Electric Mobility. Motor ini belum pernah terlihat beredar di jalan raya, tidak seperti motor listrik kebanyakan yang sudah cukup populer di Tanah Air seperti Gesits, Alva, Polytron dll.Dikutip dari situs resminya, Emmo Electric Mobility berdiri pada tahun 2021. Merek motor listrik ini baru meluncurkan dua produk pertamanya, yaitu motor listrik trail dan skuter listrik pada 2025. Sejauh ini, Emmo baru punya dua produk tersebut, JVX GT dan JVH Max.Di tahun 2026 ini, Emmo baru akan melakukan ekspansi dealer. Emmo mengklaim akan membangun jaringan 50 dealer resmi di berbagai kota besar di Indonesia. Namun, hingga sekarang, sesuai informasi di situs resminya, satu-satunya showroom yang tertera yaitu di Daan Mogot Jakarta Barat masih berstatus segera hadir atau coming soon.Pegiat kendaraan listrik dari Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia (Kosmik) Hendro Sutono mengaku tidak begitu mengenal merek Emmo. Dia meyakini Emmo lebih fokus pada model bisnis B2G atau Business to Government (perusahaan swasta menjual produk, jasa, atau solusi langsung kepada lembaga pemerintah), sehingga jarang terdengar namanya."Hingga saat ini, saya memang belum mengenal brand EMMO. Tapi hal itu saya rasa wajar, saat ini ada lebih dari 60 brand motor listrik (dan terus bertambah) yang tentunya tidak bisa saya ikuti satu per satu. Brand-brand motor baru itu pun belum tentu menggunakan pameran otomotif sebagai media utama mereka dalam melakukan pemasaran. Ada yang fokus pada pengembangan jaringan dealer, ada yang fokus pada B2B (Business-to-Business/transaksi antarperusahaan) dan ada yang fokus pada B2G. Dan sepertinya EMMO ini fokus pada B2G," kata Hendro kepada detikOto, Rabu (8/4/2026).Tidak dijelaskan juga asal merek Emmo ini. Namun diperkirakan merek Emmo ini adalah merek lokal."Sepengetahuan saya, EMMO adalah brand lokal," ucap Hendro.Hal itu diperkuat oleh data di Percepatan dan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kementerian Perindustrian. Dikutip dari situs P3DN, motor listrik merek Emmo tipe JVX-GT diproduksi oleh PT Adlas Sarana Elektrik yang beralamat di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Motor listrik tersebut punya tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 48,5 persen.Tapi, baru model JVX-GT yang terdaftar TKDN-nya. Sedangkan model JVH Max tidak tersedia datanya di P3DN.Pengadaan 2025, buat Kepala SPPGKepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang lalu dan ditujukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala SPPG."Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan dikutip dari keterangan resminya, Selasa (7/4/2026).Total ada puluhan ribu motor listrik untuk Kepala SPPG yang disiapkan BGN. Informasi 70.000 unit motor listrik ternyata tidak benar. Motor listrik yang disiapkan sebanyak 20 ribuan unit."Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," sebut Dadan.Dadan berharap masyarakat dapat memahami bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia.