Kebocoran oli menjadi salah satu masalah yang cukup sering dijumpai pada mobil BMW, terutama yang sudah berusia. Penyebabnya pun beragam, mulai dari paking yang mulai mengeras karena usia hingga seal mesin yang sudah aus. Besarnya biaya perbaikan juga tidak bisa disamaratakan. Hal tersebut bergantung pada lokasi kebocoran, tingkat kesulitan pengerjaan, hingga tipe mesin dan model BMW yang dimiliki. Tergantung Lokasi Kebocoran Asep Kurnia, pemilik bengkel spesialis BMW Esa Motor, di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan, mengatakan, biaya untuk memperbaiki mesin mobil BMW yang mengalami kebocoran oli sangat bervariasi dan relatif, tergantung tipe mobilnya. Esa Motor, bengkel spesialis BMW di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan "Untuk paking rumah oli filter pada mesin M46 atau E90, ada yang totalnya sekitar Rp 500.000, spare part dan jasa," ujar Asep, kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut Asep, perbaikan pada bagian tersebut menjadi salah satu pekerjaan dengan biaya paling terjangkau karena proses pengerjaannya tidak terlalu rumit. Biaya yang dikeluarkan sudah mencakup penggantian komponen sekaligus ongkos pemasangan. "Jasanya sendiri sekitar Rp 200.000 hingga Rp 300.000, dan spare part-nya sekitar Rp 200.000, itu biaya yang paling rendah," kata Asep. Bengkel Spesialis BMW di MGK Kemayoran Ganti Seal Kruk As Lebih Mahal Meski demikian, tidak semua kebocoran oli bisa ditangani dengan biaya murah. Apabila sumber rembesan berasal dari bagian yang letaknya sulit dijangkau, ongkos perbaikannya bisa meningkat cukup signifikan. Asep menjelaskan, salah satu pekerjaan yang membutuhkan biaya paling besar adalah penggantian gasket atau seal crankshaft (kruk as). Pasalnya, proses pengerjaan mengharuskan transmisi diturunkan terlebih dahulu sehingga waktu dan tingkat kesulitannya lebih tinggi. "Sementara biaya paling tinggi untuk urusan kebocoran adalah saat harus mengganti paking gasket atau seal crankshaft (kruk as), karena transmisinya harus turun. Itu biayanya bisa mencapai Rp 1.000.000 hingga Rp 2.000.000 lebih, tergantung serinya," ujarnya. Karena itu, pemilik BMW disarankan tidak menunda perbaikan saat menemukan tanda-tanda kebocoran oli, seperti munculnya tetesan oli di bawah mobil atau volume oli mesin yang terus berkurang. Penanganan sejak dini dapat mencegah kerusakan yang lebih serius sekaligus menghindari biaya perbaikan yang semakin besar.