— BMW Z4 resmi mengakhiri produksinya pada 2026. Namun, bagi penggemar mobil sport dua penumpang, cerita Z4 ternyata belum benar-benar berakhir. Bovensiepen, perusahaan yang didirikan keluarga mantan pemilik Alpina, menghidupkan kembali Z4 dalam bentuk Bovensiepen Spider. Mobil ini menggunakan BMW Z4 M40i sebagai basis, kemudian mendapatkan sejumlah ubahan pada mesin, suspensi, pengereman, dan desain. Bovensiepen Spider juga bukan sekadar Z4 dengan tampilan berbeda. Tenaga mesinnya ditingkatkan hingga 435 PS atau sekitar 429 Tk, dengan torsi mencapai 580 Nm. Untuk memahami Bovensiepen Spider, perlu diketahui bahwa Bovensiepen memiliki hubungan erat dengan Alpina. BMW Z4 memang sudah berhenti diproduksi, tetapi roadster tersebut kembali dalam bentuk baru lewat Bovensiepen Spider yang hanya dibuat 99 unit. Melansir Autoevolution, Alpina dikenal sebagai perusahaan yang selama puluhan tahun memodifikasi dan mengembangkan mobil BMW dengan fokus pada performa sekaligus kemewahan. BMW kemudian mengakuisisi merek Alpina. Setelah proses tersebut, keluarga Bovensiepen melanjutkan bisnis otomotif menggunakan nama keluarga mereka. Bovensiepen kini mengembangkan mobil berbasis BMW dengan pendekatan serupa. Spider menjadi model ketiga, setelah Zagato berbasis BMW M4 dan 05 GT yang menggunakan basis BMW M5 Touring. Pilihan Z4 sebagai basis Spider juga menarik karena BMW sendiri tidak menawarkan Z4 generasi terakhir dalam varian M. Versi paling tinggi sebelumnya adalah Z4 M40i. Lebih Bertenaga Bovensiepen Spider menggunakan mesin bensin enam silinder segaris 3,0 liter turbo milik Z4 M40i. BMW Z4 memang sudah berhenti diproduksi, tetapi roadster tersebut kembali dalam bentuk baru lewat Bovensiepen Spider yang hanya dibuat 99 unit. Pada Z4 M40i, mesin tersebut menghasilkan tenaga hingga 382 Tk pada sejumlah pasar, sementara versi Eropa memiliki output 335 Tk atau sekitar 340 PS. Bovensiepen kemudian melakukan sejumlah ubahan pada sistem pemasukan udara dan knalpot. Saluran udara masuk diubah, aliran udara dioptimalkan, dan sistem knalpot sport baru dipasang. Hasilnya, tenaga meningkat menjadi 435 PS, sedangkan torsi mencapai 580 Nm. Dengan tenaga tersebut, Spider mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 4,2 detik. Kecepatan maksimumnya mencapai 260 km/jam. Jika menggunakan Performance Package, angka tersebut meningkat menjadi 295 km/jam. Bovensiepen juga melakukan penyetelan ulang pada suspensi. Peredam kejut dibuat ulang untuk meningkatkan respons mobil, sementara pegas tambahan belakang yang lebih panjang diklaim memperbaiki koneksi antara bodi dan sasis. BMW Z4 memang sudah berhenti diproduksi, tetapi roadster tersebut kembali dalam bentuk baru lewat Bovensiepen Spider yang hanya dibuat 99 unit. Tidak hanya mesin, bagian kaki-kaki juga mendapatkan perhatian. Bovensiepen Spider menggunakan pelek 20 inci dengan ukuran 9x20 inci di depan dan 10,5x20 inci di belakang. Pelek tersebut dibalut ban Michelin Pilot Sport 4 S berukuran 255/35 di depan dan 295/30 di belakang. Sistem pengereman performa tinggi juga tersedia sebagai pilihan. Paket tersebut menggunakan kaliper fixed empat piston di depan dan cakram berdiameter besar. Eksterior Dari sisi tampilan, Bovensiepen tidak mengubah karakter dasar Z4 secara ekstrem. Desain eksterior dikembangkan bersama Frank Stephenson, desainer yang pernah terlibat dalam sejumlah mobil BMW, MINI, Ferrari, Maserati, dan McLaren. Bovensiepen Spider mendapatkan splitter depan baru, ventilasi rumah roda yang lebih besar, side skirt, diffuser belakang, serta spoiler belakang terintegrasi. BMW Z4 memang sudah berhenti diproduksi, tetapi roadster tersebut kembali dalam bentuk baru lewat Bovensiepen Spider yang hanya dibuat 99 unit. Masuk ke kabin, mobil ini menggunakan jok berlapis kulit Vernasca dan Alcantara. Lingkar kemudi dibalut kulit Lavalina. Konsumen juga dapat memilih pelapis kulit tambahan untuk dasbor serta Alcantara untuk sejumlah bagian interior. Cuma 99 Unit Bovensiepen Spider akan diproduksi sangat terbatas, hanya 99 unit. Produksi tersebut membuat Spider bukan hanya menjadi versi performa tinggi dari Z4, tetapi juga berpotensi menjadi model koleksi bagi penggemar BMW dan Alpina. Bovensiepen sudah membuka pemesanan dan pengiriman pertama dijadwalkan mulai kuartal pertama 2027. Untuk pasar Jerman, harga awalnya mencapai 115.500 euro atau sekitar Rp 2,2 miliar jika menggunakan asumsi kurs Rp 19.000 per euro, termasuk pajak.