Merawat mobil tua keluaran BMW dan Mercedes-Benz memerlukan ketelitian ekstra. Berbeda dengan mobil merek Jepang pada umumnya, lini kendaraan asal Jerman ini membutuhkan perawatan yang disiplin tanpa menunda-nunda waktu penggantian komponen. Dahulu, pencarian suku cadang mobil Jerman terbilang cukup terbatas. Pemilik kendaraan harus rajin mendatangi toko spesialis langsung atau berburu komponen copotan. Namun saat ini, tren tersebut mulai bergeser ke ranah digital (e-commerce). Alan, Pemilik Sentral Motor spesialis suku cadang BMW dan Mercedes-Benz di Mal Atrium Senen, menjelaskan bahwa meski tokonya tergolong tempat legendaris, kini mayoritas konsumen lebih gemar berbelanja secara online. Pasar Sparepart Mal Atrium Senen “Saya main online juga. Ya tergantung, keperluan mereka. Barang-barang fast moving yang banyak laku,” ujar Alan kepada Kompas.com, Senin (28/9/2026). Komponen yang paling banyak dicari konsumen lewat platform digital mencakup bagian pengereman, transmisi, hingga aksesori bodi. “Sepatu rem, kopling, master kopling, karet-karet pintu, yang begitu (banyak dicari). Harga di online memang mahal, karena kena potongannya yang besar,” kata Alan. Ia menambahkan, perilaku pembeli saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan era sebelum maraknya pasar digital. “Sekarang orang pada enggak datang. Sekarang pada di handphone, di WhatsApp, jarang yang datang,” ucapnya. Harga Online Lebih Mahal Meski potongan biaya platform di e-commerce terbilang tinggi, Alan menilai penjualan secara daring tetap memberikan kebebasan dalam menentukan harga. Esa Motor, bengkel spesialis BMW di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan “Jual online juga tidak ada salahnya. Kalau potongannya tinggi, ya kita pasang harganya tinggi juga. Kadang-kadang orang masih lebih pilih online, padahal lebih mahal,” kata Alan. Padahal, jika konsumen menyempatkan diri datang langsung ke toko, ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan. Selain bisa memilih barang secara langsung, pembeli juga dapat melakukan tawar-menawar harga agar lebih murah serta berkesempatan langsung memasang komponen di tempat. Komponen Aftermarket Makin Berkualitas Selain pergeseran cara membeli, pilihan suku cadang BMW dan Mercedes-Benz di pasaran kini juga semakin bervariasi. Alan mengungkapkan bahwa pasar suku cadang saat ini tidak lagi didominasi oleh produk orisinal semata, melainkan juga komponen alternatif atau imitasi (KW). Esa Motor, bengkel spesialis BMW di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan “Sekarang kebanyakan KW, 80 persen. Lebih murah, sekarang kualitas mereka pintar loh, terutama dari China,” ungkapnya. Menurutnya, ketahanan komponen alternatif saat ini sudah mengalami peningkatan pesat sehingga bisa diandalkan untuk penggunaan harian. “Mereka bikin bagus dan kuat. Buat mengimbangi pasaran, mereka sudah sampai, sudah bagus. Sekarang sudah banyak. Semua, part mesin,” tutur Alan. Kemudahan bertransaksi secara digital memang menjadi solusi praktis bagi para pemilik BMW dan Mercedes-Benz klasik dalam menjaga performa kendaraannya. Kendati demikian, bagi konsumen yang ingin berkonsultasi langsung, membandingkan kualitas fisik suku cadang, serta mendapatkan tawaran harga yang lebih kompetitif, mendatangi toko spesialis secara langsung tetap menjadi opsi yang menarik.