BMW iX menjadi salah satu pilihan mobil listrik premium yang menawarkan desain berbeda sekaligus kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari. Hal tersebut menjadi salah satu alasan Keiko, wanita asal Tangerang Selatan, memilih BMW iX sebagai kendaraan untuk menunjang mobilitasnya. Keiko mengatakan, dirinya sebelumnya menggunakan Hyundai Ioniq 5 sebelum kemudian melakukan upgrade ke BMW iX. "Suka dengan tampilan exterior dan interiornya, dan memang ingin upgrade dari Hyundai Ioniq 5," kata Keiko kepada Kompas.com, Senin (21/9/2026). BMW iX tersebut kini digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Dalam satu hari, mobil digunakan untuk perjalanan dengan rute Jakarta-Tangerang-Bekasi dengan jarak sekitar 50-60 kilometer. Dengan pemakaian tersebut, biaya yang perlu diperhitungkan bukan hanya harga mobil, tetapi juga kebutuhan isi daya, servis dan pajak tahunan. Isi Daya Rp 500.000 Sebulan Untuk kebutuhan energi, Keiko mengeluarkan biaya sekitar Rp 500.000 setiap bulan. Jika dikalikan selama satu tahun, maka biaya isi daya BMW iX mencapai sekitar Rp 6 juta. Perhitungannya: Isi daya per bulan: Rp 500.000 Isi daya per tahun: Rp 500.000 x 12 = Rp 6 juta Dengan jarak tempuh harian sekitar 50-60 kilometer, biaya tersebut menjadi salah satu pengeluaran rutin selama menggunakan mobil listrik. BMW iX xDrive50 Sport Servis Masih Gratis Selain biaya isi daya, biaya servis juga menjadi bagian dari biaya kepemilikan mobil selama satu tahun. Namun, untuk BMW iX milik Keiko, pengeluaran tersebut belum muncul karena mobil masih mendapatkan layanan servis gratis selama masa garansi. "Service gratis karena masih warranty," ujar Keiko. Dengan demikian, biaya servis yang dikeluarkan Keiko selama satu tahun dalam perhitungan ini adalah Rp 0. Pajak Sekitar Rp 500.000 Untuk pajak kendaraan, Keiko menyebut biaya yang dibayarkan sekitar Rp 500.000 per tahun. Berdasarkan rincian komponen pajak BMW iX yang digunakan dalam perhitungan, kendaraan listrik tersebut tercatat tidak dikenakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Sementara itu, terdapat Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp 143.000. Ada pula biaya administrasi penerbitan STNK sebesar Rp 200.000 dan TNKB atau pelat nomor sebesar Rp 100.000. Komponen administrasi tersebut berkaitan dengan penerbitan atau penggantian dokumen dan pelat nomor, sehingga tidak seluruhnya merupakan biaya tahunan rutin. Jika seluruh komponen tersebut dijumlahkan, maka totalnya mencapai Rp 443.000. Interior SUV listrik BMW iX xDrive50 Sport Total Biaya BMW iX Setahun Jika menggunakan biaya isi daya Rp 500.000 per bulan, maka biaya energi selama satu tahun mencapai Rp 6 juta. Kemudian, biaya servis masih Rp 0 karena ditanggung dalam program warranty. Sementara untuk pajak, digunakan angka Rp 443.000 berdasarkan rincian komponen biaya kendaraan. Maka, total biaya kepemilikan BMW iX yang dikeluarkan Keiko dalam satu tahun adalah: Isi daya: Rp 6.000.000 Servis: Rp 0 Pajak dan biaya terkait: Rp 443.000 Total: Rp 6.443.000 per tahun Jika dirata-ratakan, biaya tersebut setara dengan sekitar Rp 536.917 per bulan. Sementara jika dibagi berdasarkan 365 hari, pengeluaran untuk tiga komponen tersebut setara sekitar Rp 17.652 per hari. Dengan kata lain, selama servis masih gratis dan biaya isi daya berada di kisaran Rp 500.000 per bulan, pengeluaran rutin BMW iX milik Keiko untuk isi daya dan pajak berada di kisaran Rp 537.000 per bulan. Perlu dicatat, perhitungan tersebut belum memasukkan biaya seperti asuransi, parkir, tol, ban, maupun pengeluaran tidak rutin lainnya. Selain itu, besaran pajak kendaraan dapat berbeda tergantung wilayah registrasi, tahun kendaraan, serta kebijakan pajak daerah yang berlaku.