PT Nusantara Global Autoparts (NGA) dan PT Oto Citra Sentosa (OCS) turut ambil bagian dalam ajang Automechanika Jakarta 2026. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi kedua perusahaan untuk memperkenalkan bisnis genuine automotive parts sekaligus memperluas jaringan di pasar domestik dan internasional. Supervisor Sales Partshop OCS Wahyuli megatakan, OCS berfokus pada pasar domestik, sedangkan NGA menangani pasar internasional dan ekspor. "Kami menyediakan genuine parts berbagai merek kendaraan Jepang, Korea, dan merek lainnya. Melalui kedua perusahaan ini, kami ingin membangun jaringan supply spare parts Indonesia yang kuat, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun pasar global," kata Wahyuli dalam keterangan resmi. Menurut Sales Manager NGA dan OCS Ricardo, Automechanika Jakarta 2026 juga menjadi ajang untuk memperluas koneksi bisnis. PT Nusantara Global Autoparts (NGA) dan PT Oto Citra Sentosa (OCS). "Kami juga ingin menunjukkan bahwa perusahaan spare parts Indonesia memiliki kemampuan sourcing, inventory, distribution, dan export yang semakin baik dan profesional," kata Ricardo. Ricardo mengatakan, salah satu keunggulan perusahaan adalah kemampuan menyediakan genuine parts dari berbagai merek melalui satu jaringan supply. "Salah satu kekuatan kami adalah multi-brand genuine parts sourcing. Customer tidak harusmencari kebutuhan Toyota ke satu tempat, Mitsubishi ke tempat lain, kemudian Hyundai atau Mazda ke supplier berbeda," ucapnya. Wahyuli juga mengatakan, Toyota dan Mitsubishi memang merupakan bagian penting dari bisnis ini, tetapi bukan specialist hanya untuk dua merek tersebut. "Kami menangani berbagai genuine automotive parts, termasuk Toyota, Mitsubishi, Honda, Daihatsu, Suzuki, Hyundai, Nissan, Mazda, Isuzu, Hino dan beberapa brand lainnya. Kami ingin dikenal sebagai multu-brand genuine automotive parts supplier," ucapnya. Wahyuli juga mengatakan. untuk pasar domestik, mereka melayani berbagai segmen B2B seperti perusahaan asuransi, workshop atau bodi repair, toko spare parts, perusahaan, fleet, serta customer retail. PT Nusantara Global Autoparts (NGA) dan PT Oto Citra Sentosa (OCS). "Karena kebutuhan setiap segmen berbeda, kami tidak hanya fokus pada harga. Availability, ketepatan part number, kecepatan pelayanan dan kemampuan pengiriman juga sangat penting," ucapnya. Ricardo, mengatakan, NGA berorientasi pada pasar ekspor. Dan telah membangun hubungan bisnis dengan customer di beberapa negara dan terus mencari peluang baru. "Kami melihat Indonesia mempunyai posisi yang menarik sebagai salah satu sumber genuine automotive parts, khususnya karena banyak model kendaraan diproduksi dan digunakan secara luas di kawasan Asia," ucapnya. Di tengah persaingan harga, perusahaan menilai layanan dan ketersediaan produk juga menjadi faktor penting. "Harga tetap penting, tetapi kami percaya kompetisi tidak bisa hanya berdasarkan siapa yang paling murah. Customer B2B membutuhkan supplier yang dapat memberikan barang yang tepat, part number yang tepat, ketersediaan yang jelas, pengiriman yang dapat diandalkan, dan komunikasi yang cepat," kata Wahyuli. Untuk ekspor, NGA menargetkan hubungan jangka panjang dengan distributor dan wholesaler. "Kami ingin memperluas jaringan distributor dan wholesaler di berbagai negara secaraberkelanjutan. Bukan sekadar mendapatkan satu kali order, tetapi membangun hubungan jangka panjang dengan customer yang membutuhkan supply genuine parts secara reguler," ucapnya. Ricardo mengatakan, digitalisasi menjadi bagian dari strategi perusahaan karena industri spare parts memiliki banyak SKU dan part number. "Ya. Industri spare parts mempunyai jumlah SKU dan part number yang sangat besar sehinggateknologi sangat penting. Kami terus mengembangkan sistem internal untuk inventory, transaksi dan monitoring barang. Untuk customer, kami juga mengembangkan otoparts.id, sehingga ke depannya proses mencari produk, melihat harga, melakukan pembelian dan memonitor pengiriman dapat semakin mudah," ucapnya. Kehadiran otoparts.id tidak berarti OCS mengubah model bisnis menjadi e-commerce. "Tidak. Digital pla?orm adalah tambahan channel, bukan pengganti hubungan dengan customer. Bisnis spare parts tetap membutuhkan product knowledge dan konsultasi, terutama untuk memastikan part number dan aplikasi kendaraan. Jadi kami ingin menggabungkan technology dengan human service," ucapnya. PT Nusantara Global Autoparts (NGA) dan PT Oto Citra Sentosa (OCS). Menurut Ricardo, pengelolaan inventory juga menjadi tantangan karena banyaknya model kendaraan dan variasi part number. "Salah satu tantangannya adalah semakin banyaknya model kendaraan dan variasi part number, sementara customer menginginkan barang tersedia dengan cepat. Di sisi lain, perusahaan juga harus mengelola inventory dengan hati-hati. Terlalu sedikit stock bisa kehilangan penjualan, tetapi terlalu banyak stock juga tidak sehat. Karena itu, data dan inventory management menjadi semakin penting," ucap Ricardo. Masuknya berbagai merek mobil China ke Indonesia turut menjadi perhatian perusahaan. "Kami melihatnya sebagai perkembangan industri yang menarik. Semakin banyak brand dan model kendaraan berarti kebutuhan aftermarket juga akan semakin beragam. Bagi distributor seperti kami, tantangannya adalah bagaimana mempelajari ekosistem parts dan membangun supply channel yang tepat untuk brand-brand baru tersebut," katanya. Wahyuli juga mengatakan, NGA dan OCS juga mengikuti perkembangan kendaraan listrik. "Perubahan dari ICE ke EV memang mengubah sebagian kebutuhan spare parts, tetapi kendaraan tetap membutuhkan body parts, suspension, steering, braking, electrical components dan berbagai komponen lainnya. Kami akan mengikuti perkembangan tersebut secara bertahap sesuai kebutuhan pasar dan availability supply," katanya. Ricardo mengatakan, perusahaan ingin berkontribusi terhadap industri otomotif Indonesia melalui distribusi spare parts. PT Nusantara Global Autoparts (NGA) dan PT Oto Citra Sentosa (OCS). "Kami ingin berkontribusi dari sisi distribusi. Industri otomotif tidak berhenti ketika kendaraan keluar dari dealer. Kendaraan membutuhkan maintenance dan repair selama bertahun-tahun," ucapnya.