— Memiliki mobil mewah berlogo baling-baling ganda asal Jerman, BMW, memang menawarkan sensasi berkendara yang impresif. Namun, seperti halnya kendaraan kelas atas lainnya, urusan perawatan membutuhkan perhatian ekstra agar terhindar dari pengeluaran yang menguras kantong. Salah satu komponen vital yang kerap menjadi momok para pemilik BMW saat mengalami gangguan adalah Engine Control Unit (ECU). Otak elektronik penyokong kinerja mesin ini terkenal memiliki harga penggantian yang fantastis jika sampai rusak. Asep Kurnia, pemilik bengkel spesialis BMW Esa Motor, di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan, mengatakan, biaya pergantian ECU pada mobil BMW cukup mahal. Esa Motor, bengkel spesialis BMW di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan "Harga komponen bekasnya saja sudah di atas Rp 15 juta, apalagi kalau beli baru," ujar Asep, kepada Kompas.com, belum lama ini. Kerentanan Posisi dan Bahaya Air Menariknya, potensi kerusakan pada otak elektronik kendaraan ini umumnya tidak dipengaruhi oleh karakter si pengemudi di balik kemudi. Asep mengatakan, kerusakan pada ECU bukan dikarenakan gaya berkendara. Namun, lebih pada penempatan ECU yang cukup rentan. BMW Seri 3 X4 Bridgestone Potenza Adrenalin RE005 "Benar, ada kelemahan penempatan. Contohnya di E90, ECU-nya sering rusak karena kemasukan air, entah dari air hujan atau air cucian mobil. Posisinya ada di ruang mesin sebelah depan kiri, tepat di bawah kaca," kata Asep. Sepele tapi Fatal: Saluran Pembuangan Tersumbat Meski tata letak komponen tersebut berada di area yang riskan terkena air, pabrikan sebenarnya sudah memperhitungkan sistem proteksi untuk mencegah kerusakan. BMW 320i F30 2018 Menurut Asep, itu bukan sepenuhnya kesalahan desain BMW. Pasalnya, di dekat boks ECU sudah disiapkan saluran pembuangan air (drainage). "Masalahnya, pemilik atau pihak bengkel sering lupa membersihkan saluran tersebut sehingga tersumbat kotoran atau daun kering. Begitu mampet, airnya berbalik masuk dan merendam boks ECU," ujarnya. Tetap Menjadi Mobil yang Tangguh Kendati menyimpang dari potensi kerentanan biaya akibat masalah teknis tersebut, Asep menilai pesona dan keandalan sedan premium asal Bavaria ini tidak lantas luntur begitu saja. "Tapi dengan segala kelemahan itu, kalau dibandingkan dengan merek lain, saya pribadi tetap menilai BMW itu bagus dan tangguh. Karakteristiknya berbeda. Kalaupun harus ganti ECU, biasanya hanya satu kali itu saja untuk jangka waktu yang sangat lama," katanya.