Memiliki mobil mewah seperti BMW tentu menawarkan kebanggaan dan kenyamanan berkendara yang mumpuni. Namun, di balik kenyamanan dan performanya yang jempolan, para pemilik maupun calon pembeli sedan asal Jerman ini dituntut untuk lebih ekstra dalam memperhatikan sektor perawatan, khususnya pada bagian kaki-kaki dan sistem kemudi. Sektor kaki-kaki memang sudah dikenal menjadi salah satu komponen langganan perbaikan pada mobil-mobil BMW. Seiring berjalannya waktu dan kondisi jalanan di Indonesia yang beragam, kompromi pada sektor ini kerap tidak terhindarkan. Asep Kurnia, pemilik bengkel spesialis BMW Esa Motor, di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan, mengatakan, kaki-kaki juga menjadi komponen langganan perbaikan pada BMW. Umumnya, kerusakan terjadi dikarenakan usia pakai. "Namun, ada satu isu krusial yang perlu diwaspadai untuk BMW lansiran tahun 2010 ke atas, yaitu bagian Power Steering-nya," ujar Asep, kepada Kompas.com, belum lama ini. BMW X3 Diesel tahun 2015 Ancaman Genangan Air pada Sistem EPS Peralihan teknologi kemudi dari hidraulis ke elektrik sejatinya menghadirkan kenyamanan serta efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Kendati demikian, fitur modern ini justru menyimpan celah tersendiri ketika dihadapkan pada kondisi jalanan perkotaan yang rentan genangan air saat musim hujan. "Mobil-mobil generasi ini sudah menggunakan Electronic Power Steering (EPS). Posisinya cukup rawan terkena air jika melewati genangan atau banjir," kata Asep. Dampak dari paparan air pada komponen EPS ini tidak bisa dianggap sepele. Selain merusak modul elektronik di dalamnya, potensi bahaya saat berkendara juga merangkak naik jika pengemudi nekat menerjang genangan yang melebihi batas aman. Asep menambahkan, ketika EPS kemasukan air dan rusak, setirnya akan langsung mengunci atau menjadi sangat kaku. Sehingga, cukup rentan ketika melewati genangan air yang cukup tinggi. BMW Kerentanan ini umumnya dijumpai pada jajaran sedan BMW yang diproduksi pada era transisi teknologi tersebut hingga model yang lebih modern. "Titik kelemahannya ada di situ, terutama pada tipe E90 akhir, F10, dan F30. Jadi kalau tinggi genangan air sudah mencapai seperempat ban, lebih baik dihindari," ujarnya. Siapkan Anggaran hingga Puluhan Juta Jika komponen EPS sudah telanjur rusak akibat terendam air, pemilik kendaraan harus siap merogoh kocek cukup dalam. Proses perbaikannya kerap menuntut penggantian unit secara keseluruhan karena kerusakannya menyerang sistem elektronik yang sensitif. Ilustrasi electric power steering Asep mengatakan, di bengkelnya, biayanya berkisar antara Rp 10 juta sampai Rp 20 jutaan untuk barang copotan, tergantung seri dan model mobilnya. Kalau beli baru, harganya bisa mencapai Rp 30 juta hingga Rp 60 jutaan. Besaran biaya perbaikan ini juga sangat ditentukan oleh ketersediaan suku cadang di pasaran serta tahun pembuatan mobil itu sendiri. Bagi pemilik model BMW yang relatif baru, opsi perbaikan tentu memerlukan alokasi dana yang jauh lebih besar. "Kisaran Rp 10 juta itu biasanya untuk tipe lama, seperti E90. Untuk mobil-mobil BMW keluaran terbaru, karena komponen copotannya belum banyak tersedia di pasaran, mau tidak mau harus beli baru yang harganya di angka Rp 60 jutaan," katanya. Oleh karena itu, kewaspadaan saat berkendara di musim hujan menjadi kunci utama agar komponen mahal ini tidak berumur pendek. Menghindari genangan air yang tinggi bukan hanya soal menjaga kebersihan mobil, melainkan juga menyelamatkan kantong dari biaya perbaikan yang fantastis.