Pemilik BMW, khususnya model yang sudah berumur, kerap menemukan masalah pada bagian interior. Salah satu keluhan yang cukup sering muncul ialah handle pintu bagian dalam yang berubah menjadi lengket saat disentuh. Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kerusakan mekanis, melainkan degradasi material pada lapisan finishing yang digunakan BMW di sejumlah model. Menariknya, masalah ini tidak hanya terjadi pada mobil dengan usia belasan tahun, tetapi juga ditemukan pada beberapa model yang usianya masih di bawah satu dekade. Material Finishing Mulai Terdegradasi Asep Kurnia, pemilik bengkel spesialis BMW Esa Motor di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, mengatakan, masalah interior BMW memang memiliki karakteristik tersendiri dan umumnya dipengaruhi oleh faktor usia kendaraan. Ilustrasi handle pintu BMW yang lengket karena rusak "Kalau pemakaiannya dirawat dan rajin dilap, biasanya aman. Tapi keunikannya, kalau sudah berumur, handle pintu bagian dalam bisa meleleh dan lengket di tangan saat dipegang," ujar Asep, kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut dia, bagian yang terasa lengket sebenarnya bukan terbuat dari karet, melainkan plastik dengan lapisan finishing dof yang mengalami penurunan kualitas seiring waktu. "Iya, ujungnya seperti karet, padahal sebetulnya itu bahan plastik dengan finishing dof. Dan masalah ini menyeluruh hampir di semua tipe yang memakai handle pintu model begitu. Contohnya di F30, F10, F15, bahkan di G30 yang terhitung mobil baru di bawah 10 tahun (keluaran 2018, 2019) sudah ada yang kena," kata Asep. Interior BMW i5 eDrive40 M Sport Kelembaban Jadi Musuh Utama Asep menjelaskan, selain faktor usia, cara penggunaan kendaraan juga ikut memengaruhi kondisi material interior. Menurut dia, banyak pemilik BMW yang menjadikan mobilnya sebagai kendaraan kedua sehingga intensitas pemakaian relatif rendah. Akibatnya, mobil lebih sering terparkir dalam waktu lama di garasi dengan kondisi tertutup. Situasi tersebut menciptakan lingkungan yang lembab dan mempercepat degradasi material pada beberapa komponen interior maupun eksterior. "Kenapa bisa begitu? Salah satunya karena perawatan dan fungsi mobil itu sendiri. BMW rata-rata menjadi mobil kedua, bukan mobil operasional harian. Karena jarang dipakai, mobil sering terparkir dalam kondisi tertutup dan lembab," ujarnya. Tampilan interior BMW Seri 2 Active Tourer, saat difoto di kawasan Parkir Timur Senayan, Jakarta, Jumat (13/3/2015). Didesain untuk 5 penumpang, MPV berpenggerak roda depan pertama BMW itu rencananya akan segera diluncurkan untuk pasar Indonesia. KOMPAS IMAGES/DINO OKTAVIANO Asep menambahkan, karakter iklim tropis Indonesia dengan tingkat kelembaban yang tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi material yang digunakan BMW. "Kelembaban udara di Indonesia yang lumayan tinggi ini menjadi musuh utama bagi material plastik dof, seal, paking, selang, hingga karet kaca BMW. Kalau di luar negeri, suhunya bisa ekstrem panas di atas 40 derajat atau sangat dingin, tapi di kita masalah utamanya adalah kelembaban," katanya. Karena itu, pemilik BMW disarankan tetap rutin menggunakan kendaraan serta menjaga kebersihan kabin dan sirkulasi udara di dalam mobil. Langkah sederhana tersebut dapat membantu memperlambat proses degradasi material, terutama pada komponen yang menggunakan lapisan finishing dof.