Sepeda motor listrik kini makin sering dijumpai di lalu lintas Indonesia. Sejalan dengan berbagai merek motor listrik yang ditawarkan di pasaran, konsumen juga harus jeli dalam mencari tahu keunggulan dan kekurangan kendaraan listrik ini. Salah satu hal yang penting diketahui adalah jenis baterai yang digunakan. Sebab setiap jenis baterai punya performa dengan jangka waktu yang berbeda. Ridwan Alawi, pemilik dan juga teknisi Bengkel Motor Listrik dan Sepeda Listrik Bogor RI EV Maintenance, mengatakan baterai yang umum dijumpai pada motor listrik saat ini ada 2 jenis, yakni baterai Sealed Lead Acid (SLA), dan Baterai Lithium. "Kalau jenis SLA itu ketahanannya hanya satu tahun. Biasanya setelah ini langsung diganti. Sementara baterai Lithium bisa lima sampai enam tahun," katanya kepada Kompas.com, Selasa (2/6/2026). Bengkel Motor Listrik & Sepeda Listrik Bogor (RI EV Maintenance) Terkait keunggulan, Alawi mengatakan baterai Lithium dinilai lebih baik dari baterai SLA. Hal ini lantaran secara performanya lebih baik, tegangannya lebih stabil, dan umur pemakaiannya lebih lama. Kemudian, baterai lithium dibagi menjadi 2 jenis, yakni Lithium Ion (Li-Ion) dan Lithium Polymer (Li-Po). Perbedaan antara keduanya adalah dari segi bentuk. Li-ion berbentung tabung, persis dengan baterai senter, sedangkan Li-po berbentuk pelat datar. Karena secara performa Lithium lebih baik dari SLA maka harga baterai Lithium lebih mahal dipasarkan. "Sayangnya masyarakat lebih memilih motor listrik mengincar murahnya terlebih dahulu. Padahal mereka tidak tahu detail baterainya seperti apa. Akhirnya dia memilih motor dengan jenis baterai SLA. Tapi setelah di pakai banyak kendala. Ya karena dari awal dia tidak riset dulu," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang