PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan penyesuaian fasilitas pendukung di seluruh halte sebagai langkah mitigasi keselamatan menyusul potensi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan, pihaknya untuk sementara menghentikan operasional lift dan eskalator di seluruh halte Transjakarta. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap sistem mekanikal maupun sensor elektronik pada fasilitas halte. “Kebijakan diambil mengantisipasi potensi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Krakatau yang dapat merusak sistem mekanikal dan modul sensor elektronik,” ujar Ayu dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026). Lift dan Eskalator Dihentikan Sementara Meski lift dan eskalator tidak dapat digunakan sementara, Transjakarta memastikan layanan bus tetap beroperasi normal dan melayani pelanggan seperti biasa. Untuk membantu pelanggan selama penyesuaian fasilitas, Transjakarta menyiagakan petugas di area tangga. Petugas tersebut akan mendampingi dan memfasilitasi pelanggan berkebutuhan khusus serta kelompok prioritas. Lift yang menjadi penghubung antara Skywalk Kebayoran Lama dengan Halte Transjakarta Pasar Kebayoran dalam kondisi mati pada Jumat (10/7/2026). “Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap kenyamanan pelanggan Transjakarta,” kata Ayu. Dengan kebijakan tersebut, pelanggan masih dapat menggunakan layanan Transjakarta, tetapi perlu menyesuaikan akses menuju maupun dari area peron halte. Reaktivasi Tunggu Pembersihan dan Uji Kelayakan Transjakarta juga mengimbau pelanggan untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Pelanggan diminta turut memantau informasi terkini melalui kanal resmi Transjakarta sebagai langkah menjaga kesehatan dan keselamatan. Masyarkat memanfaatkan tarif Rp 1 untuk transportasi, salah satunta di Halte TransJakarta Terminal Kampung Rambutan, Jumat (24/4/2026). Sementara itu, fasilitas lift dan eskalator tidak akan langsung dioperasikan kembali setelah kondisi dinilai aman. Transjakarta akan melakukan pembersihan menyeluruh terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan teknis. “Reaktivasi lift dan eskalator akan dilakukan secara bertahap setelah pembersihan menyeluruh serta uji kelayakan bersama tim teknis, selesai dilakukan,” ucap Ayu.